Bolehkah Ibu Menyusui Diet Seperti Mona Ratuliu? Ini Kata Dokter
·waktu baca 4 menit

Setelah melahirkan, berat badan ibu cenderung tidak akan langsung kembali normal seperti sebelum hamil. Kondisi ini membuat beberapa ibu tidak nyaman dengan bentuk tubuhnya. Salah satu cara yang dilakukan adalah menjalani program diet.
Padahal, ibu menyusui masih memerlukan asupan nutrisi tinggi saat memberikan ASI. Beberapa ibu menyusui rela untuk mengikuti program diet untuk mengembalikan berat badan seperti semula meski sedang menyusui. Hal itu pun juga dilakukan oleh selebriti Tanah Air, Mona Ratuliu.
“Akhirnya be2 @meisya__siregar ke dokter @cissienugraha untuk nurunin berat badan yang tersisa sekitar 13kg setelah melahirkan. Start di 76kg, targetnya pengin berat badan seperti sebelum hamil numa 63kg (karena tinggiku kan 170cm),” tulis Mona dalam unggahannya di Instagram, beberapa waktu lalu.
Memutuskan untuk diet adalah pilihan setiap orang, termasuk Mona yang sedang menyusui. Namun, Mona menyadari ketika berdiet tidak sekadar menurunkan berat badan, tetapi juga agar tubuh menjadi lebih sehat.
“Sampai di klinik diedukasi bahwa targetnya bukan cuma kurus aja, tapi juga sehat. Dan kesehatan tubuh kita tergantung apa yang kita makan,” tambah Mona.
Meskipun masih menyusui dua anak sekaligus, yakni Numa dan Balint, Mona memilih diet sehat untuk menurunkan berat badan. Maka dari itu, ia pun mempercayakan program dietnya kepada dokter gizi.
“Jadilah hari ini mencoba untuk makan hanya real food. Bukan makanan yang diolah berkali-kali baru dimakan. Nggak makan tepung2an dan gula2an. Bismillah,” tutur Mona.
Sebenarnya, apakah ibu menyusui diperbolehkan diet? Simak penjelasan dokter berikut ini.
Kata Dokter soal Ibu Menyusui Diet
Menurut Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Laktasi, dr. Wiyarni Pambudi, Sp.A, IBCLC, sebenarnya ibu menyusui membutuhkan kalori ekstra. Di samping itu, kelebihan berat badan yang dialami ibu menyusui akan digunakan untuk pembentukkan ASI. Sehingga, jika berat badan ibu menyusui sudah kembali seperti semula setelah melahirkan, maka ibu perlu menambah 500 sampai 600 kalori per hari.
“Sisa kelebihan berat badan ibu akan digunakan untuk pembentukkan ASI, maka perlu ada tambahan sekitar 500 sampai 600 kalori per hari bila berat ibu sudah kembali seperti sebelum hamil. Jika tidak mengatur menu hariannya, maka bisa menyebabkan kekurangan gizi dan memengaruhi kualitas ASI,” jelas dr. Wiyarni kepada kumparanMOM, Kamis (14/4).
Di samping itu, ibu menyusui membutuhkan kalsium, vitamin A, vitamin C, dan vitamin D dalam jumlah banyak. Jika keempat kandungan itu tidak terpenuhi dengan cukup, maka dapat terjadi kekurangan mikronutrien dalam tubuh ibu menyusui.
“Komposisi ASI itu terdiri dari 0,8-0,9 persen protein, 4,9 persen lemak, 7,1 persen karbohidrat, dan 0,2 persen mineral. Sehingga, saat diet sebenarnya tidak terlalu berdampak untuk status gizi ibu, justru kesehatan ibu yang akan terganggu,” kata dr. Wiyarni.
Tips Diet untuk Ibu Menyusui
Meski sambil menyusui, ada beberapa cara yang bisa ibu menyusui lakukan untuk diet, melansir Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI).
1. Menyusui
Menyusui adalah cara paling aman untuk menurunkan berat badan. Ya Moms, dengan menyusui, lemak di area tubuh seperti paha, pinggul, dan pantat akan berkurang. Walaupun turunnya perlahan, tetapi cara ini sangat aman untuk dilakukan.
2. Konsumsi makanan bergizi
Umumnya, ASI diperoleh dari persediaan makanan dalam tubuh. Itulah alasan mengapa ibu selalu merasa merasa lemas setelah menyusui. Selain itu, saat menyusui ibu cenderung lapar dan tanpa sadar makan makanan dalam porsi yang banyak. Hal ini yang menyebabkan berat badan ibu menyusui naik.
Oleh sebab itu, ibu menyusui perlu memerhatikan makanan yang dikonsumsi, seperti tinggi karbohidrat, protein, dan serat. Perlu diketahui, ibu menyusui tidak diperbolehkan mengonsumsi obat penurun berat badan dalam bentuk apa pun. Selain bisa membuat berat badan turun drastis, juga dapat berdampak pada kesehatan ibu.
3. Hindari konsumsi kafein dan alkohol
Saat hamil dan menyusui, sebaiknya hindari mengonsumsi kafein dan alkohol. Sebab, kedua kandungan itu bisa menghambat hormon oksitosin–hormon yang membantu kelancaran ASI.
Tapi ingat Moms, kandungan kafein bukan hanya dalam kopi, melainkan juga pada teh, soda, dan coklat. Apalagi, mengonsumsi teh diet yang mengandung tinggi kafein dapat menghambat produksi ASI.
4. Olahraga
Melakukan olahraga rutin juga membantu menurunkan berat badan dan kembali mengencangkan otot-otot. Ibu menyusui tidak perlu melakukan olahraga berat, cukup dengan menggendong bayi dan jalan-jalan di sekitar rumah juga bisa membakar kalori. Selain itu, olahraga juga membantu ibu menyusui mengurangi stres dan jenuh.
Jadi Moms, sebenarnya ibu menyusui sah-sah saja untuk melakukan diet. Namun, harus tetap memenuhi kebutuhan nutrisinya dan hindari diet terlalu ketat. Jangan sampai Anda lemas, mudah lelah, dan rasa cemas berlebihan karena dapat memengaruhi kesehatan bayi dan produksi ASI.
