Kumparan Logo

Cara Atasi Anemia Setelah Melahirkan

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anemia pada ibu usai melahirkan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anemia pada ibu usai melahirkan. Foto: Shutter Stock

Banyak ibu mengalami anemia setelah melahirkan karena kadar zat besi yang rendah di dalam tubuhnya. Hal ini bisa terjadi karena dampak proses persalinan itu sendiri seperti, kehilangan banyak darah atau karena ibu yang kerap kelelahan usai melahirkan.

Mengutip Mom Junction, ibu yang mengalami anemia postpartum menunjukkan gejala umum seperti, kelelahan kronis setiap hari, kulit tampak pucat, merasa depresi dan bingung, detak jantung cepat, pusing dan kunang-kunang setiap kali berganti posisi secara tiba-tiba.

Bahkan anemia juga bisa mempengaruhi produksi ASI, yang menyebabkan kuantitas dan kualitasnya menurun sehingga tidak mencukupi kebutuhan bayi. Hal ini tentu patut menjadi kekhawatiran bagi para ibu.

Lantas, bagaimana cara mengatasi anemia setelah melahirkan?

Yang Bisa Dilakukan untuk Atasi Anemia Setelah Melahirkan

Ilustrasi anemia pada ibu usai melahirkan. Foto: Shutter Stock

Cara mengatasi anemia sebenarnya tergantung pada seberapa parah kondisi tersebut. Dalam beberapa kasus yang parah, ibu mungkin membutuhkan perawatan medis yang intensif. Tetapi, masih ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan ibu untuk mengatasi anemia postpartum secara alami.

  1. Konsumsi suplemen zat besi

Mengonsumsi suplemen zat besi sangat baik untuk meningkatkan kadar hemoglobin di dalam darah. Namun, tentu saja ibu tidak bisa mengonsumsinya sembarangan. Bicarakanlah pada dokter terkait gejala anemia dan konsumsi suplemen sesuai saran ahli kesehatan.

  1. Makanan kaya zat besi

Ada banyak makanan kaya zat besi yang bisa dikonsumsi untuk mengatasi anemia termasuk, sayuran hijau, kacang-kacangan, labu, tahu, sereal, kentang, ayam, asparagus dan tiram seperti dikutip dari Health Direct.

  1. Kurangi asupan teh

Teh mengandung zat tanin yang dapat memperlambat asupan zat besi di dalam tubuh. Jadi, bila Anda merasakan gejala anemia atau telah mendapatkan diagnosis dokter, sebaiknya kurangi asupan teh agar penyerapan zat besi lebih maksimal.

Ilustrasi ibu alami anemia setelah melahirkan. Foto: Shutter Stock
  1. Makanan kaya vitamin C

Makanan kaya vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi lebih maksimal. Buah-buahan seperti jeruk dan stroberi merupakan sumber vitamin C yang baik, Moms.

  1. Tetap terhidrasi

Mengonsumsi lebih banyak cairan akan membantu meningkatkan aliran darah setelah melahirkan. Asupan cairan yang cukup juga dapat membantu mencegah pembekuan darah dan risiko infeksi saluran kemih usai persalinan. Selain itu, konsumsi suplemen zat besi juga kerap menyebabkan kembung, sehingga cairan bisa membantu mengatasinya. Baiknya, Anda mengonsumsi 2-3 liter air setiap harinya, Moms.

kumparan post embed