Kumparan Logo

Cara Atasi Panas Dalam pada Anak

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak panas dalam. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak panas dalam. Foto: Shutterstock

Sariawan, tenggorokan sakit, sembelit, demam, dan bibir pecah-pecah adalah masalah kesehatan yang kerap terjadi pada anak. Biasanya para ibu menyebutnya dengan penyakit 'panas dalam'. Ya Moms, kondisi tersebut biasanya terjadi pada anak karena pengaruh makanan ataupun pergantian cuaca seperti pancaroba.

Lantas, bagaimana cara mengatasi panas dalam pada anak?

Moms, sebelumnya Anda harus tahu dulu bahwa istilah panas dalam sebenarnya tidak ada dalam dunia medis. Namun, karena beberapa gejala tersebut datang dalam waktu yang bersamaan, orang-orang biasanya langsung menyimpulkan bahwa kondisi tersebut merupakan gejala panas dalam.

Ilustrasi anak sakit demam karena panas dalam. Foto: Shutterstock

Padahal, menurut dokter spesialis anak, dr. Farabi el fouz Arafiq, SpA, MKes, Anda sebaiknya mencari tahu terlebih dahulu penyebab masing-masing gejala penyakit tersebut.

"Sariawan (gejala yang sering dialami anak) ada yang disebabkan oleh virus, jamur atau bakteri. Ketiganya juga punya nama dan terapi berbeda-beda. Sariawan karena virus misalnya. Virus itu pun ada ratusan, demikian juga bakteri dan jamur," kata dr. Farabi yang dihubungi kumparanMOM, Selasa (29/10).

Ilustrasi Anak Sariawan Foto: Thinkstock

Misalnya saja sariawan yang terjadi akibat bakteri. Gejala ini timbul karena anak kurang minum air putih sehingga bakteri jahat timbul dan menyebabkan gangguan pada kesehatan mulut. Stres pun juga bisa menjadi penyebabnya, Moms.

Ketika stres, anak akan melepaskan hormon kortisol. Bila hormon ini menyerang mukosa--jaringan lunak pada rongga mulut, maka akan timbul bercak putih yang disebut sariawan. Ya Moms, mengetahui penyebab gejala-gejala penyakit tersebut sangatlah penting agar anak bisa mendapat penanganan yang sesuai.

Ilustrasi anak panas dalam. Foto: Shutter Stock

Oleh karena itu, menurut dr. Farabi, sebaiknya ketika anak sudah menunjukkan gejala panas dalam seperti sakit tenggorokan, badan panas, mimisan ataupun sariawan, lebih baik Anda membawa si kecil ke dokter. Hal itu dilakukan agar anak bisa mendapat penanganan yang tepat dari dokter.

"Sebaiknya dibawa supaya jelas apa penyebab nya dan perlu dapat terapi sesuai penyebabnya," tutup dr. Farabi.