Cara Cegah dan Atasi Stres pada Ayah Baru

12 Desember 2019 10:53 WIB
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi bonding ayah ketika bayi menyusu. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bonding ayah ketika bayi menyusu. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Rasa bahagia tentu menyelimuti perasaan suami saat sudah menjadi ayah baru. Bagaimana tidak, setelah menunggu, akhirnya yang dinanti datang juga.
ADVERTISEMENT
Hanya saja bagi beberapa ayah, mungkin status baru ini dapat tidak berjalan sesuai rencana. Ada kalanya ia punya beban pikiran terkait peran dan tanggung jawabnya.
Ilustrasi ayah baru stres Foto: Shutterstock
Bila Anda merasa pasangan demikian atau ingin mencegahnya dari jauh-jauh hari, dirangkum dari laman Bidan Kita, berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah hingga mengatasi stres akibat status ayah baru:
1. Bila ayah merasa: punya tanggung jawab baru
com-Ilustrasi ajarkan suami masak di dapur Foto: Shutterstock
Saat ayah merasa akan memiliki tanggung jawab baru, seperti mengganti popok, mencuci baju, setrika pakaian, stres saat mendengar bayi menangis, bingung bagaimana caranya membantu Anda dan lain sebagainya, hal ini mungkin akan membuatnya stres. Namun sebelum itu terjadi, Anda bisa mencegahnya sejak hari sebelum kelahiran si kecil.
ADVERTISEMENT
Bagaimana caranya? Sejak Anda masih mengandung ajak ayah untuk turut membantu untuk bertanggung jawab pada pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah, dan lain sebagainya. Dengan cara ini, saat bayi lahir maka ayah sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah, Moms.
2. Bila ayah merasa: tidak mampu menghabiskan waktu dengan bayi
ayah dan bayi Foto: Shutterstock
Rasa takut dan belum terbiasa memegang bayi mungkin lumrah terjadi pada ayah baru. Maka dari itu, suami menjadi tidak bisa punya banyak waktu dengan si kecil.
Untuk mengatasinya minta ayah untuk mengambil maternity leave juga, lalu lakukan bonding dengan buah hati. Cara ini diharapkan dapat membuat ayah lebih dekat dengan bayi, Moms.
3. Bila ayah merasa: punya beban keuangan
com-Ilustrasi menabung Foto: Shutterstock
Memutuskan untuk memiliki momongan artinya Anda dan suami juga harus siap dengan perencanaan keuangan keluarga. Jangan sampai keuangan rumah tangga menjadi berantakan karena dapat merugikan semua pihak dan membuat ayah stres.
ADVERTISEMENT
Sebelum itu terjadi sebaiknya Anda dan suami sejak jauh-jauh hari sudah mempersiapkan dana untuk si kecil, baik untuk pendidikan, sakit, hingga dana darurat.
4. Bila ayah merasa: stres karena tidak bisa berhubungan intim
Ilustrasi berhubungan intim (seks). Foto: Shutter Stock
Ya Moms, biasanya setelah melahirkan, dokter menyarankan tidak melakukan hubungan seksual untuk sementara waktu. Kadang kala dalam fase ini ayah menjadi stres namun di sisi lain berusaha untuk mengerti posisi Anda.
Jadi bila suami Anda sedang mengalaminya, coba bicara dengannya dan minta untuk menuturkan apa yang ia rasakan. Kemudian peluk agar ayah merasa tenang.
Oh iya, jangan lupa bilang ke ayah untuk selalu menjaga emosi dan berpikir positif agar suasana hati Anda selalu baik karena bisa mempengaruhi produksi ASI. Lalu, Anda juga bisa meminta ayah untuk sharing pengalaman dengan ayah lainnya agar ilmu dan pengetahuannya bertambah.
ADVERTISEMENT
5. Bila ayah merasa: tidak ada waktu lagi dengan Anda
ilustrasi pasangan suami istri Foto: Shutterstock
Hadirnya bayi di rumah membuat perhatian Anda lebih fokus pada si kecil. Alhasil curahan perhatian pada sang suami pun terasa berkurang dan mungkin ayah akan merasa sedih karenanya.
Untuk itu, tak usah merasa bersalah untuk menitipkan buah hati ke orang tua atau keluarga selama beberapa jam saja. Kemudian manfaatkan momen ini untuk quality time dengan ayah, seperti: dinner romantis, pergi nonton bioskop, jalan-jalan, atau sekadar berbicara empat mata dengan pasangan. Hitung-hitung, si kecil bisa membangun hubungan akrab dengan anggota keluarga lainnya juga, Moms.