Catat, Moms! Ini Panduan Mengajak Anak Berlibur Naik Pesawat
·waktu baca 3 menit

Moms, pergi berlibur bersama pasangan dan buah hati menjadi momen yang ditunggu-tunggu, ya! Namun semua rencana indah yang sudah dipersiapkan, tak selalu terwujud. Untuk meminimalisir potensi hal-hal buruk terjadi, Anda harus merencanakan liburan dengan matang.
Dokter anak sekaligus ahli neonatologi Joanna Parga-Belinkie, mengatakan liburan yang tak direncanakan dengan matang hanya akan membuat stres.
“Menjalani ekspektasi yang realistis akan membantu. Jika bisa, ajaklah orang lain untuk membantu, seperti teman atau saudara, agar bisa jalan-jalan bersama dan berbagi tugas menjaga anak," ujar Joanna dikutip dari American Academy of Pediatrics (AAP).
Jika hal itu tak mungkin untuk dilakukan, Joanna meminta para orang tua untuk bersabar. Pada saatnya nanti, setelah anak semakin besar, Anda akan bisa berlibur bersama keluarga dalam situasi yang menyenangkan. Anak tak selamanya kecil, dan masa emas anak akan terasa begitu cepat berlalu.
Joanna juga mengimbau orang tua untuk tidak liburan dengan membawa bayi berusia enam bulan ke bawah. Sebab, bayi di usia tersebut masih rentan terkena penyakit. Di sisi lain, anak usia di bawah enam bulan masih terlalu dini untuk dibawa berlibur.
Tips Aman Mengajak Anak Berlibur Naik Pesawat
Juru Bicara American Academy of Pediatrics, Parga-Belinkie, menuturkan AAP juga telah merekomendasikan cara paling aman apabila Anda hendak mengajak si kecil berlibur menggunakan pesawat.
Yang pertama, pastikan anak mengenakan pengaman yang sesuai dengan ukurannya. Jika ia duduk sendiri, gunakan pengaman seperti car seat. Tapi jika si kecil dipangku, Anda perlu mengenakan seat belt tambahan yang biasanya disediakan di pesawat. Hal itu dilakukan untuk melindungi anak dari guncangan jika terjadi turbulensi.
Selain itu, Anda juga perlu membawa gendongan atau stroller apabila ingin mengajak di kecil berkeliling bandara. Bawalah stroller yang dapat dilipat agar tidak menyulitkan perjalanan Anda.
Kemudian Anda juga harus cermat dalam memilih tempat duduk. Belilah tiket dengan deretan kursi yang kosong agar si kecil memiliki banyak ruang. Anda juga bisa memilih kursi yang dekat dengan jendela.
Selain itu, sebaiknya Anda tak memilih kursi dekat lorong pramugari melintas ya. Sebab, saat momen menawarkan makanan dan minuman, pramugari juga membawa air panas. Dengan menjauhi lorong, artinya Anda sudah melindungi si kecil dari potensi bahaya.
Anda juga perlu membawa tas jinjing berisi barang-barang yang disukai anak, seperti mainan atau cemilan kesukaannya. Anda bisa membawa krayon, buku mewarnai dan perlengkapan seni lainnya.
Penting juga membawa perlengkapan seperti popok ekstra, tisu basah dan pakaian untuk cadangan. Letakan pula perlengkapan darurat itu di tempat yang mudah dijangkau. Si kecil juga sebaiknya menggunakan pakaian yang tebal agar mereka tetap hangat selama di dalam pesawat.
Jika anak Anda sudah tidak meminum ASI, bawalah susu formula atau susu tambahan. Kemudian bawalah minyak penghangat tubuh dan obat-obatan yang diperlukan.
Parga-Belinkie mengingatkan orang tua dan pengasuh untuk bersikap santai saat bepergian, yang berarti melepaskan beberapa aturan yang biasanya Anda terapkan di rumah.
“Selama semua orang aman, tidak apa-apa jika peraturan Anda selama perjalanan sedikit berbeda dengan peraturan Anda di rumah,” pungkasnya.
