Kumparan Logo

Cegah Obesitas, Ini Batasan Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Harian yang Ideal

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Obesitas. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Obesitas. Foto: Shutterstock

Mengkonsumsi minuman dan makanan manis disebut bisa memperbaiki suasana hati dan menambah energi secara instan. Tapi jika dikonsumsi berlebihan, risikonya justru jauh lebih tinggi, Moms.

Direktur Standarisasi Pangan Olahan, Badan POM RI, Dra. Dwiana Andayani, Apt mengatakan, masyarakat Indonesia memang menyukai minuman dan makanan manis. Alhasil, obesitas pun menghantui masyarakat.

"Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, masyarakat Indonesia 36,8 persen mengalami obesitas," kata Dra. Dwiana dalam acara Media Workshop “Pahami Bahan Tambahan Pangan yang Aman pada Makanan Kemasan untuk Cegah Obesitas” dalam rangka Hari Obesitas Sedunia 2025, di Jakarta Selatan, Selasa (4/2)

Ia menyebut, ada sebanyak 47,5 persen masyarakat Indonesia mengonsumi minuman manis lebih dari satu kali dalam sehari. Lalu, sebanyak 30,4 persen konsumsi makanan asin lebih dari satu kali dalam sekali. Bahkan, kurang lebih ada 96,7 persen masyarakat kurang konsumsi sayur dan buah.

Masalah Obesitas di Indonesia dan Konsumsi GGL yang Ideal

Direktur Standarisasi Pangan Olahan, Badan POM RI, Dra. Dwiana Andayani, Apt saat Media Workshop "Pahami Bahan Tambahan Pangan yang Aman pada Makanan Kemasan untuk Cegah Obesitas" di Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2025). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Masalah obesitas menjadi masalah yang harus mendapat perhatian khusus. Sebab, obesitas bisa berakibat atau berisiko kepada stroke hingga diabetes. Di sisi lain, diabetes ini adalah induk dari segala penyakit.

"Banyak sekali penyakit-penyakit yang diakibatkan dari diabet ini. Oleh karena itu, mengapa kita harus mengatasi obesitas dulu ya," tutur Dra. Dwiana.

Untuk mencegah obesitas, Anda perlu menerapkan dan menjaga pola hidup yang sehat. Misalnya dengan tidak mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, garam, lemak (GGL), tidak merokok, memperbanyak aktifitas fisik, hingga cukupi kebutuhan buah dan sayur.

Ilustrasi gula Foto: Shutter Stock

Untuk menghindari risiko obesitas, seseorang juga harus mengikuti saran para pakar terkait asupan maksimal seseorang bisa mengonsumsi gula, garam, lemak (GGL) setiap hari. Lantas, berapa banyak seseorang bisa menyantap GGL dalam satu hari?

-Gula: 4 sendok makan (50 gram)

-Garam atau Natrium: 1 sendok teh (2000 mg)

-Lemak: 5 sendok makan (67 gram)

Baca Label Gizi Kemasan

Yang tak kalah penting, masyarakat juga disarankan untuk teliti dan membaca label gizi pada kemasan makanan. BPOM kini telah mengatur ketentuan label gizi untuk mendukung upaya penanggulangan risiko penyakit tidak menular, khususnya pengendalian konsumsi GGL.

Ilustrasi minuman manis. Foto: Shutterstock

Sebagai konsumen, disarankan untuk cerdas membaca label gizi (ING dan FOPNL) yang merupakan suatu keharusan untuk memastikan pangan olahan yang dikonsumsi sesuai kebutuhan gizi.

"Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan Informasi Nilai Gizi (ING) yang mencantumkan jumlah sajian per kemasan, energi total per sajian, zat gizi utama seperti lemak, lemak jenuh, protein, dan karbohidrat (termasuk gula), serta persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) per sajian," ujarnya.

Ilustrasi makanan kemasan. Foto: Shutterstock

Selain itu, label Front-of-Pack Nutrition Labelling (FOPNL) dan pesan kesehatan pada kemasan dapat membantu konsumen memilih produk yang lebih sehat.

"Di BPOM selama ini ada logo centang berwarna hijau, itu logo pilihan bagi masyarakat yang ingin mengkonsumsi produk yang lebih sehat," pungkas Dra. Dwiana.

kumparan post embed