Dari 2 Ribuan Obat Sirop, Baru 340 Dinyatakan Aman oleh BPOM, Sisanya Kapan?
ยทwaktu baca 3 menit

Sudah lebih dari dua bulan sejak kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak dilaporkan melonjak hingga menyebabkan 200 kematian. Penyebab kasus ini menyeruak karena ditemukan cemaran bahan-bahan pelarut etilen glikol dan dietilen glikol melebihi ambang batas pada obat sirop yang banyak dikonsumsi oleh anak-anak.
Meski sudah sebulan tidak ada penambahan kasus ganguan ginjal akut, para orang tua tetap perlu mencermati pemberian obat-obatan untuk si kecil. Saat ini, per 20 Desember 2022, baru sekitar 340 obat sirop yang dinyatakan oleh BPOM aman dikonsumsi..
Daftar yang telah disebarkan ke publik ini merupakan hasil verifikasi pengujian bahan baku terhadap produk sirop obat. Verifikasi dilakukan untuk memastikan obat sirop aman sebelum dikonsumsi oleh si kecil maupun orang dewasa.
Sementara sebelum ada kasus gangguan ginjal akut pada anak di Indonesia, sebenarnya ada ribuan obat sirop yang beredar. Jumlahnya banyak lho, Moms, yakni mencapai lebih dari 2.400 obat sirop.
Lantas, kapan sih hasil pengujian sekitar 2 ribu obat sirop itu dipublikasikan?
Kapan Hasil Uji Ribuan Obat Sirop yang Ditarik BPOM Diumumkan?
Menurut Ketua Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Tirto Koenadi, belum bisa dipastikan kapan sisa obat-obatan sirop sisanya bisa kembali beredar.
"Para industri farmasi yang punya produk sirop juga sangat menantikan apa yang sudah mereka lakukan dan sesuai instruksi BPOM. Jumlah obatnya sangat banyak, tapi kemampuan laboratoriumnya terbatas," jelas Titro dalam acara diskusi 'Kembalinya Obat Sirop yang Hilang, Jangan Ada EG/DEG di Antara Kita' di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Tirto mengungkapkan, pihaknya ingin BPOM juga segera mengambil keputusan atau kebijakan supaya obat secepatnya bisa dirilis kembali. Karena tidak hanya merugikan industri farmasi, tetapi juga membahayakan masyarakat yang memiliki keterbatasan pilihan.
Meski begitu, diakui Tirto, bahwa untuk melakukan pengujian obat di BPOM memerlukan waktu yang tidak sebentar. Pihaknya juga tidak bisa mendorong percepatan karena pengujian ratusan, bahkan ribuan batch ini bisa memakan waktu berhari-hari dan berminggu-minggu. Biayanya pun juga tidak sedikit, Moms.
"Diharapkan kepada BPOM kiranya kuartal I tahun 2023 pertengahan bisa selesai. Jangan sampai akhir tahun. Dikhawatirkan terjadi gejolak karena industri jadi enggak punya kemampuan untuk usaha. Dan pasien pun jadi kesulitan mendapat obat yang diharapkan," tutur dia.
Tetapi, GPFI meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan patuh pada daftar obat telah dirilis BPOM. Sekretaris Jenderal GPFI, Andreas Bayu Aji, menegaskan masyarakat tetap memiliki pilihan untuk membeli obat yang sesuai dengan kebutuhan.
Saat ini semua produk obat sirop yang diumumkan oleh BPOM telah tersedia di seluruh apotek dan toko obat berizin di Indonesia. Dengan adanya pengujian obat sirop yang masih terus berlangsung, ia yakin bisa mengembalikan lagi kepercayaan masyarakat dalam mengakses obat sirop tanpa was-was.
"BPOM sudah merilisnya, memang belum kembali semua. Tetapi sebagian yang telah kembali dipastikan sudah aman, selama produk tersebut dibeli di apotek atau toko obat resmi," tutup Andreas.
