Efek Samping KB Suntik 3 Bulan, Catat Risikonya
·waktu baca 3 menit

Dari sejumlah jenis kontrasepsi yang tersedia, suntik KB yang dilakukan 3 bulan sekali termasuk yang paling diminati banyak perempuan. Pertanyaannya, adakah efek samping KB suntik 3 bulan?
Sejak tahun 1950-an, pemerintah telah mencanangkan program Keluarga Berencana (KB). Tujuannya untuk mengatur kehamilan agar sesuai dengan rencana orang tua, serta menjaga kesehatan dan menurunkan angka kematian ibu dan anak.
Program KB dapat dilakukan dengan beberapa metode, seperti suntik KB, kondom, susuk, tubektomi, vasektomi, dan lain sebagainya. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada baiknya lakukan riset terlebih dahulu ya, Moms, sebelum memutuskan program KB.
Efek Samping KB Suntik 3 Bulan
Mengutip buku Panduan Super Lengkap Hamil Sehat karya Dr. Suwignyo Siswosuharjo Sp.OG., M,Kes dan Fitria Chakrawati, S. Sos., MM, suntik KB termasuk kontrasepsi yang diminati banyak perempuan karena efektif dan simpel. Metode ini aman digunakan setelah 6 minggu pascapersalinan.
Dalam metode suntik KB, dokter akan menyuntikkan cairan hormon progesteron ke dalam tubuh wanita. Dikutip dari buku Kesehatan Perempuan dan Keluarga Berencana susunan Anieq Mumthi’ah Al Kautzar dkk, hormon progesteron dapat mencegah ovulasi atau bertemunya sel telur dengan sperma.
Tingkat efektivitas metode ini yaitu 0,3 kehamilan per 100 perempuan dalam setahun. Tak heran suntik KB begitu populer. Terlebih lagi, metode ini tidak mengganggu produksi ASI dan tidak mengandung esterogen, sehingga aman untuk jantung.
Meski demikian, suntik KB juga memiliki sejumlah efek samping yang perlu diperhatikan, Moms. Biasanya durasi haid akan jadi lebih panjang atau lebih pendek. Volume darah yang keluar juga bisa jadi terlalu banyak atau justru hanya timbul bercak-bercak saja (spotling).
Selain itu, hormon progesteron dalam suntikan bisa mempengaruhi pusat pengendali nafsu makan di hipotamus, sehingga akan meningkat dari biasanya. Inilah mengapa perempuan yang pada dasarnya memiliki badan gemuk akan mengalami kenaikan berat badan setelah suntik KB.
Penggunaan kontrasepsi KB suntik juga tidak mampu melindungi Anda dari penularan berbagai jenis penyakit menular berbahaya, seperti HIV/AIDS, Hepatitis B, maupun Infeksi Menular Seksual (IMS).
Metode Kontrasepsi Lainnya
Mengutip buku Kesehatan Perempuan dan Keluarga Berencana susunan Anieq Mumthi’ah Al Kautzar dkk, berikut beberapa metode kontrasepsi lainnya yang bisa jadi alternatif selain KB suntik 3 bulan.
Kondom untuk laki-laki, digunakan di penis ketika mulai ereksi. Tingkat efektivitasnya adalah 80-95%.
Vasektomi, menutup saluran sperma sehingga sperma tidak bisa keluar untuk membuahi sel telur. Tingkat efektivitasnya mencapai 99%.
Pil KB, pil berisi hormon esterogen atau progesteron yang harus diminum setiap hari oleh wanita. Tingkat efektivitasnya bisa mencapai angka 92%.
Tubektomi, metode mengikat atau memotong saluran telur dan hanya diperuntukkan bagi wanita yang sudah tidak ingin hamil lagi.
KB IUD atau spiral, alat kontrasepsi berbentuk T yang dipasang di dalam rahim untuk mencegah kehamilan.
Baca Juga: BKKBN Ungkap Alasan Bapak-bapak Masih Ogah KB Vasektomi: Dianggap Mirip Kebiri
