Kumparan Logo

Faktor Risiko Sariawan Puting pada Ibu Menyusui

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu menyusui dengan sariawan puting. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu menyusui dengan sariawan puting. Foto: Shutterstock

Sariawan tak hanya bisa terjadi di mulut, melainkan juga di puting payudara. Ya, sariawan puting biasanya dialami oleh ibu menyusui yang disebabkan oleh infeksi jamur dari organisme candida albicans.

Infeksi tersebut bisa ditularkan ke puting ibu melalui mulut bayi saat menyusu. Sistem kekebalan bayi yang masih lemah rentan terhadap pertumbuhan bakteri dan jamur di dalam mulutnya yang menyebabkan sariawan. Apalagi, jika ibu jarang membersihkan mulut si kecil setelah sesi menyusui.

Meski begitu, sariawan puting bukanlah masalah umum pada ibu menyusui. Artinya, tidak semua ibu yang sedang menyusui pasti mengalaminya ya, Moms. Lantas, adakah faktor yang meningkatkan risiko sariawan puting pada ibu menyusui?

Siapa yang Berisiko Alami Sariawan Puting saat Menyusui?

Ilustrasi sariawan puting pada ibu menyusui. Foto: Alona Siniehina/Shutterstock

Jamur candida sebenarnya umum ditemukan di lingkungan sekitar, bahkan bisa saja menempel pada kulit manusia. Mengutip Mom Junction, jamur jenis candida biasanya tumbuh di saluran pencernaan dan vagina yang dikendalikan oleh sistem kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko sariawan pada puting ibu menyusui seperti dikutip dari Canadian Breastfeeding Foundation berikut ini:

  • Ibu menyusui dengan puting yang retak atau lecet karena lebih rentan terinfeksi jamur dan bakteri.

  • Ibu yang pernah mengalami infeksi jamur di vagina dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur berlebih di bagian tubuh lainnya, termasuk puting.

  • Area puting dan areola yang selalu lembab dan hangat karena kebocoran ASI sedangkan ibu tidak segera mengganti bra, juga bisa meningkatkan risiko sariawan puting. Sebab, jamur akan berkembang biak di area lembab dan hangat.

  • Ibu menyusui dengan masalah kesehatan seperti kekebalan yang terganggu atau diabetes.

  • Konsumsi obat selama menyusui seperti antibiotik, pil KB, dan obat-obatan yang mengandung senyawa steroid atau kortison dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi jamur.

  • Metode diet setelah melahirkan yang tidak tepat, seperti diet kaya gula namun rendah vitamin dan mineral.

kumparan post embed

Ya Moms, itulah beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai agar Anda tidak terpapar sariawan puting selama menyusui. Selain itu, berikut ini beberapa gejala sariawan puting agar Anda bisa memberikan penanganan yang tepat jika tiba-tiba mengalaminya:

  • Puting jadi kemerahan dan muncul bercak putih kecil yang terputus-putus.

  • Puting tampak bersisik namun kulit areola yang tetap halus dan tampak mengkilap.

  • Muncul sensasi terbakar pada puting, terutama saat ibu sedang menyusui bayi.

  • Puting lebih sensitif terhadap sentuhan dan gesekan dengan bra atau pakaian.