Gejala Alergi Telur pada Bayi yang Perlu Diwaspadai
·waktu baca 2 menit

Selain pada anak dan orang dewasa, alergi juga bisa dialami oleh bayi. Penyebab alergi pada bayi bisa bermacam-macam, mulai dari cuaca, gigitan serangga, dan makanan. Salah satu makanan yang bisa membuat alergi pada bayi adalah telur.
Mengutip Mom Junction, alergi telur pada bayi terjadi jika protein dalam kuning atau putih telur memicu reaksi hipersensitivitas pada sistem kekebalan tubuh. Selain itu, hal ini juga dapat dipicu karena ketidakmampuan sistem kekebalan tubuh untuk membedakan protein telur dari patogen penyebab penyakit. Tubuh akan melihat protein telur sebagai penyerbu asing dan melakukan ‘serangan’ dengan melepaskan antibodi yang disebut imunoglobulin E (IgE).
Ya Moms, baik dalam bentuk mentah, setengah matang, ataupun matang, protein dalam telur tetap bisa menimbulkan alergi pada bayi. Lantas, apa saja gejala alergi telur yang bisa timbul pada bayi?
Gejala Alergi Telur pada Bayi
Gejala alergi telur pada bayi umumnya tidak langsung terlihat. Beberapa gejala yang paling umum muncul adalah:
Timbul benjolan merah atau ruam yang menyebabkan kulit gatal ringan hingga parah. Bahkan, kondisi ini juga dapat menyebabkan eksim.
Pembengkakan pada bibir dan lidah.
Mata terasa gatal, bengkak, dan keluar air mata yang berlebih.
Hidung tersumbat disertai keluarnya cairan bening, kemerahan, dan gatal pada hidung.
Radang tenggorokan sehingga menyebabkan nyeri saat menelan dan penurunan nafsu makan.
Sakit perut disertai diare.
Mual dan muntah terus menerus.
Pernapasan menjadi lebih cepat dan berbunyi (mengi).
Denyut jantung lemah.
Merasa cemas dan kemungkinan hilang kesadaran.
Peningkatan suhu tubuh.
Denyut nadi meningkat.
Tekanan darah menurun.
Meskipun terlihat seperti gejala alergi biasa, tetapi ada kemungkinan memicu komplikasi lain akibat alergi tersebut. Misalnya saja berpotensi mengalami dermatitis atopik atau eksim, hingga sesak napas. Oleh karena itu, jika bayi Anda menunjukkan gejala-gejala tersebut setelah makan telur, segera bawa ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.
