Kumparan Logo

Ginjal Remaja di Vietnam Mengeras karena Mi Instan dan Milk Tea, Ini Kata Dokter

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi memasak mi instan Foto: dok.shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memasak mi instan Foto: dok.shutterstock

Media sosial digemparkan dengan unggahan yang menceritakan kondisi ginjal seorang remaja berusia 18 tahun di Vietnam. Ia diketahui memiliki hobi mengonsumsi mi instan dan minuman manis seperti milk tea.

Awalnya, remaja ini mengalami nyeri punggung bagian bawah dan mual. Setelah dicek ke dokter, hasilnya ada peradangan pada ginjal serta terjadi pengapuran yang hampir mengeras sepenuhnya. Di sisi lain, ada beberapa batu yang turut menyumbat ureternya hingga membuat urine tidak bisa mengalir keluar.

Tanggapan Dokter soal Bahaya Terlalu Sering Mengonsumsi Mi Instan dan Minuman Manis

Dokter Spesialis Anak, Dokter Reza Fahlevi, Sp.A(K) menyebut, kasus gagal ginjal pada remaja bisa saja terjadi. Kasus ini bisa terjadi bila pola hidup sehari-harinya dipenuhi konsumsi tinggi garam dan gula.

Ilustrasi minuman manis. Foto: Shutter Stock

Menurut dr. Reza, pada kasus remaja Vietnam ini sebaiknya dilihat lebih detail. Apakah memang gagal ginjalnya murni karena masalah pola hidup atau sebenarnya memang sudah ada masalah ginjal yang tidak terdeteksi sebelumnya.

"Misalnya penyakit ginjal bawaan. Katakanlah ukuran ginjalnya kecil, tidak ketahuan sebelumnya, tapi tiba-tiba fungsi ginjalnya menurun pada usia remaja ini," kata dr. Reza kepada kumparanMOM, Senin (7/7).

Remaja dengan gaya hidup yang keliru atau tidak sehat bisa mengalami masalah gagal ginjal. Misalnya, bila terlalu banyak makan mi instan. Mi instan bisa menyebabkan gagal ginjal karena kandungan garam yang tinggi.

Ilustrasi Remaja Sakit Ginjal Foto: Shutterstock

"Dalam jumlah yang banyak, dalam jangka waktu yang lama, itu bisa memicu hipertensi. Hipertensi juga bisa menyebabkan masalah ginjal di kemudian hari, misalnya setelah di usia remaja atau dewasa," tutur dr. Reza.

Kemudian, untuk milk tea, dr Reza menjelaskan, sebetulnya bukan jenis minumannya yang memantik gagal ginjal. Namun kandungan gula yang terlalu tinggilah yang menjadi masalahnya. Tingginya kandungan gula pada milk tea lah yang memicu obesitas pada anak.

Nah Moms, jika sudah obesitas, ia jadi lebih rentan mengalami berbagai penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan lain-lain. Penyakit-penyakit inilah yang kemudian mengganggu fungsi ginjal, dan menyebabkan penyakit ginjal di kemudian hari.

"Tapi perlu diingat ini kalau konsumsinya setiap hari, berlebih dalam jangka waktu yang panjang, bukan yang sesekali. Kalau yang sesekali itu masih diperbolehkan," ujar dr. Reza.

Ilustrasi anak minum air putih Foto: Shutterstock

Untuk meminimalisir risiko gagal ginjal, anak perlu dibiasakan mengonsumsi air putih dalam jumlah yang ideal. Untuk anak usia 1 – 2 tahun, kebutuhan air putih hariannya adalah 1 – 4 gelas atau sekitar 230 – 950 ml per hari. Sementara itu, anak usia 3 – 5 tahun memiliki kebutuhan air putih sebanyak 1 – 5 gelas atau maksimal 1,2 liter per hari. Air putih jauh lebih sehat dibanding minuman berwarna dan berasa.

Tanda Penyakit Ginjal yang Perlu Diperhatikan

Tanda-tanda awal untuk penyakit ginjal bisa berbeda tergantung penyebabnya. Jika memang terdapat penyakit ginjal tertentu, misalnya karena peradangan pada ginjal atau ada infeksi saluran kemih, maka gejala-gejala awalnya bisa muncul.

Ilustrasi Ginjal. Foto: Shutterstock

"Bisa ada bengkak, misalnya, urine yang berbusa, perubahan karakteristik urine. Kemudian juga bisa demam, nyeri saat berkemih, itu bisa terjadi. Bisa tekanan darahnya tinggi, itu bisa jadi gejala-gejala awal seorang anak mengalami penyakit ginjal," kata dr. Reza.

Beda halnya dengan gagal ginjal yang sudah kronik. Gagal ginjal kronik biasanya membuat orang tersebut lemas, pucat, jumlah pipisnya terus berkurang atau sangat sedikit.

"Kalau misalnya sudah berat, itu bisa sampai kejang, berkurang kesadaran, itu bisa juga terjadi," pungkasnya.

kumparan post embed