Kumparan Logo

Ingin Berolahraga Lari Usai Melahirkan? Waspadai Beberapa Risikonya, Moms

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi wanita setelah melahirkan berlari di tangga. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita setelah melahirkan berlari di tangga. Foto: Shutterstock

Setelah melahirkan, banyak ibu yang melakukan berbagai cara untuk mengembalikan bentuk tubuhnya, dan salah satu caranya adalah dengan berolahraga. Beberapa ibu memilih lari sebagai jenis olahraganya karena dinilai cukup aman dilakukan.

Ya Moms, Perkumpulan Ahli Obstetri dan Ginekolog Amerika (ACOG) menyatakan berolahraga lari setelah melahirkan boleh saja dilakukan. Tapi, Anda disarankan menunggu hingga setidaknya dua bulan usai persalinan dan tubuh sudah mulai pulih sepenuhnya.

Mengutip dari penelitian yang diterbitkan oleh National Center for Biotechnology Information (NCBI) Amerika Serikat, wanita yang berolahraga secara teratur sebelum hamil dan tidak ada kontraindikasi medis dapat tetap aman berlari lagi seusai melahirkan. Selain itu, laporan kasus antenatal dan postpartum secara konsisten menunjukkan tidak ada efek parah ke ibu dan janinnya.

Ilustrasi wanita olahraga lari di sore hari Foto: Shutterstock

Meski begitu, penelitian juga menunjukkan 1 dari 3 wanita mengalami nyeri muskuloskeletal saat memutuskan kembali berolahraga lari. Gejalanya seperti nyeri di bagian panggul dan punggung bawah, sendi, ligamen, otot dan tulang. Selain itu, Anda juga berisiko mengalami ASI merembes hingga keputihan.

Risiko Berolahraga Lari Usai Melahirkan

Nah Moms, kembali berolahraga lari setelah lama tidak melakukannya karena sedang hamil, mungkin tidak akan langsung nyaman. Waspadai ketika mencoba olahraga lari dan mengalami beberapa gejala kesehatan yang mungkin terjadi, seperti mengutip dari Healthline:

  • Pusing

  • Merasa sangat kehabisan napas

  • Nyeri dada

  • Pendarahan

  • Otot melemah

  • Sakit kepala

  • Penglihatan jadi kabur

  • Betis bengkak atau nyeri

  • Nyeri panggul

  • Tekanan di bagian vagina, kandung kemih, atau dubur

Jika mengalami gejala di atas setelah mencoba berolahraga lari lagi, segera hubungi dokter atau ahli terapi fisik untuk ditangani lebih lanjut. Jangan memaksakan diri sebelum gejalanya menjadi lebih parah ya, Moms.

kumparan post embed