Kumparan Logo

Ini Bahayanya Bila Air Ketuban Ibu Hamil Sedikit

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Air Ketuban Sedikit saat Hamil, Berbahayakah?  Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Air Ketuban Sedikit saat Hamil, Berbahayakah? Foto: Shutter Stock

Saat ibu hamil, cairan atau air ketuban memiliki peran sangat penting bagi bayi di dalam kandungan. What to Expect melansir, air ketuban mengandung komponen vital, seperti nutrisi, hormon, dan antibodi yang penting untuk melindungi bayi di dalam kandungan.

Air ketuban yang umumnya terbentuk 12 hari setelah terjadi pembuahan, juga memungkinkan janin bergerak, bernapas, hingga menelan makanan yang dikonsumsi ibu.

Dalam perjalan kehamilan, air ketuban ibu mungkin juga perlu diperiksa. Antara lain untuk mengetahui jumlahnya.

kumparan post embed

Apa yang terjadi bila air ketuban ibu hamil sedikit? Apakah berbahaya?

Bahaya Bila Air Ketuban Ibu Hamil Sedikit

Air Ketuban Sedikit saat Hamil, Berbahayakah? Foto: Shutterstock

Kondisi ibu hamil yang memiliki jumlah air ketuban yang rendah atau sedikit disebut oligohidramnion. Biasanya, kondisi ini paling sering terjadi pada trimester ketiga atau akhir kehamilan. Namun, tak menutup kemungkinan pula jika hal ini bisa saja terjadi di awal kehamilan.

Mengutip American Pregnancy Association (APA), ada sekitar 8 persen ibu hamil yang memiliki air ketuban sedikit dan sekitar 4 persennya didiagnosis mengalami oligohidramnion. Apabila Anda melahirkan bayi lewat dari HPL dua minggu atau lebih, kemungkinan Anda berisiko alami kondisi ini, Moms. Sebab, biasanya volume air ketuban secara perlahan akan berkurang mendekati HPL atau saat usia kehamilan mencapai 42 minggu.

kumparan post embed

"Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi pada 12 persen kehamilan yang melampaui usia 41 minggu kehamilan," tulis laman tersebut.

Umumnya, indeks cairan ketuban (ICK) yang normal berkisar 5-25 cm. Apabila indeks cairan ketuban ibu hamil berada di bawah 5 cm, itu artinya air ketuban di dalam rahim sedikit.

Air Ketuban Sedikit saat Hamil, Berbahayakah? Foto: Shutter Stock

Untuk memastikan apakah air ketuban ibu hamil sedikit atau tidak, diperlukan pemeriksaan oleh dokter kandungan. Melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter kandungan --dari awal kehamilan hingga minggu-minggu terakhir jelang melahirkan, pun sangat penting dilakukan.

Hal ini agar dokter bisa menilai kemungkinan kadar air ketuban normal, berlebih, ataupun terlalu sedikit.

Tak hanya itu saja, nantinya saat lakukan USG, biasanya dokter juga akan memerhatikan beberapa hal, seperti ukuran rahim, detak jantung bayi di dalam kandungan, hingga berat badan janin agar bisa memberi penanganan yang tepat.