Kumparan Logo

Jangan Sampai Salah Pilih Popok Bayi, Ini Dampaknya!

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi popok bayi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi popok bayi. Foto: Shutter Stock

Popok merupakan salah satu kebutuhan primer bayi yang diperlukan sejak hari pertama ia dilahirkan. Ada dua jenis popok bayi yang bisa digunakan, yaitu popok kain dan popok sekali pakai.

Saat ini popok sekali pakai menjadi pilihan banyak ibu untuk anaknya karena lebih praktis. Tapi, tidak sedikit juga ibu yang masih menggunakan popok kain karena bisa awet dalam waktu lama dan cenderung lebih terhindar dari ruam popok.

Sebenarnya, baik popok kain ataupun sekali pakai sama-sama pilihan yang baik untuk si kecil. Namun yang perlu diperhatikan adalah kecocokan jenis popok dengan kondisi bayi. Sebab, salah memilih popok bisa berdampak buruk untuk kesehatan si kecil lho, Moms.

4 Dampak Salah Pilih Popok untuk Bayi

Ruam popok bayi. Foto: Shutterstock

1. Ruam Popok

Ruam popok menjadi masalah umum yang sering dialami bayi. Ruam popok ditandai dengan munculnya kemerahan dan lepuh di area bokong atau selangkangan bayi. Ini biasanya terjadi karena area yang terlalu lembap, kurangnya frekuensi penggantian popok, hingga bahan popok yang terlalu kasar sehingga menimbulkan lecet.

2. Infeksi Kulit

Mengutip FirstCry Parenting, bahan popok yang keras dan mengandung zat kimia dapat menyebabkan infeksi kulit pada bayi. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya bentol-bentol kecil yang menyebar ke bagian kulit lainnya. Si kecil juga akan menunjukkan ketidaknyamanan misalnya menangis saat disentuh pada area yang infeksi.

Ilustrasi menggantikan popok bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock

3. ISK atau Infeksi Jamur

Urine dan feses yang menumpuk pada popok dapat mengubah area tersebut menjadi tempat bakteri berkembang biak. Hal ini meningkatkan risiko infeksi saluran kemih atau jamur pada bayi. Oleh karenanya, memilih jenis popok yang bisa menahan kelembapan lebih lama bisa mengurangi risiko ini, Moms.

4. Reaksi Alergi

Kandungan tertentu di dalam popok dapat menyebabkan reaksi alergi pada bayi yang punya kulit sensitif. Misalnya jenis wewangian yang digunakan untuk menutupi bau urin dan feses, gel yang membantu proses penyerapan, atau pewarna.

Ilustrasi Popok Bayi. Foto: Shutterstock

Ya Moms, itulah beberapa risiko yang perlu diwaspadai bila Anda sampai salah memilih jenis atau merek popok untuk bayi. Oleh karenanya, penting untuk mengenali dulu kondisi kulit bayi sebelum memutuskan untuk membeli popok tertentu.

Misalnya carilah bahan yang lebih lembut dan tanpa wewangian yang terlalu menyengat. Selain itu, tetaplah rutin mengganti popok setidaknya 2-3 jam sekali walaupun popok sekali pakai biasanya diklaim bisa menahan kelembapan lebih lama. Selain itu, saat si kecil BAB, segeralah untuk menggantinya ya, Moms.

Bagaimana jika si kecil terlanjur mengalami masalah?

Tentu saja yang bisa dilakukan adalah segera membawanya ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan. Tapi, Anda juga bisa memberikan pertolongan pertama misanyal memberikan salep ruam atau berikan jeda penggunaan popok sekali pakai selama beberapa saat dulu.

kumparan post embed