Kumparan Logo

Jatuh saat Hamil, Kapan Perlu ke Dokter?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil jatuh. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil jatuh. Foto: Shutter Stock

Ibu hamil perlu berhati-hati saat melakukan berbagai aktivitas. Ya Moms, hal itu dilakukan untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi, misalnya saja untuk mengurangi risiko jatuh.

Ya Moms, Healthline melansir, penelitian menemukan lebih dari 27 persen ibu hamil mengalami jatuh yang tak disengaja, dan 10 persen di antaranya memerlukan perawatan medis. Sebab, dalam beberapa kasus, jatuh saat hamil bisa memicu komplikasi kehamilan, seperti solusio plasenta, cedera tengkorak janin, patah tulang, hingga cedera kepala ibu.

Mengutip Baby Gaga, ibu hamil sangat berisiko untuk jatuh. Saat perut semakin membesar, pusat gravitasi Anda pun akan bergeser ke depan. Akibatnya, kaki Anda tidak cukup kuat untuk menahan tubuh di permukaan.

Ilustrasi perut ibu hamil. Foto: Mila Supinskaya Glashchenko/Shutterstock

Selain itu, menjelang persalinan, persendian dan ligamen Anda akan semakin longgar. Tubuh pun akan memproduksi hormon relaksin lebih banyak, sehingga sendi-sendi dan jaringan ikat di panggul, serta leher rahim akan meregang.

Namun, Anda tak perlu khawatir, Moms, terjatuh saat hamil tidak akan melulaki bayi di dalam kandungan. What to Expect melansir, sejatinya janin dilindungi oleh cairan ketuban, rahim yang berotot, selaput yang kokoh, dan rongga perut yang meliputi otot dan tulang. Sehingga, benturan yang terjadi tidak dirasakan langsung oleh si kecil.

Akan tetapi, penting bagi ibu hamil untuk mengenali seberapa parah benturan saat jatuh terjadi, sehingga Anda bisa memutuskan apakah perlu ke dokter atau tidak.

Kapan Ibu Hamil Perlu ke Dokter karena Jatuh?

Jatuh saat hamil cukup sering menimbulkan rasa khawatir untuk banyak orang. Ya Moms, biasanya hal itu terjadi karena benturan itu bisa mengganggu keselamatan bayi di dalam kandungan.

Bila Anda merasa tidak nyaman di bagian perut, nyeri tubuh berkepanjangan, keluar darah dari vagina, gerakan janin berkurang, hingga mengalami kontraksi, sebaiknya segera temui dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Ilustrasi ibu hamil sakit setelah jatuh. Foto: Shutter Stock

Selain itu, jika perut bagian samping atau depan timbul memar kemerahan, segera cari bantuan medis. Sebab, kemungkinan hal ini bisa menyebabkan cedera pada bayi di dalam kandungan.

Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya hindari melakukan aktivitas yang berisiko untuk jatuh, seperti menggunakan sepatu hak tinggi, membawa beban berat, jalan di jalanan berkerikil, hingga dehidrasi.

kumparan post embed