Kapan Janin Mulai Masuk ke Panggul?

29 Oktober 2019 18:35 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ilustrasi janin - NOT COV Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi janin - NOT COV Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Menjelang persalinan, Anda perlu memastikan janin sudah berada di posisi yang tepat. Ya Moms, mendekati waktu bersalin, janin biasanya sudah aktif bergerak menuju jalan lahir, yakni ke arah panggul.
ADVERTISEMENT
Kepala janin umumnya akan mulai begerak menuju panggul di usia kehamilan 28 hingga 32 minggu. Namun seperti dilansir Momjunction, ada juga janin yang baru masuk ke panggul di usia 36 minggu kehamilan atau bahkan beberapa hari sebelum waktu bersalin tiba.
Posisi bayi yang tepat untuk persalinan normal sendiri disebut occiput anterior, di mana kepala bayi menghadap ke bawah dan tubuhnya menghadap ke punggung ibu.
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock
Posisi kepala janin yang sudah masuk ke panggul ini dapat membantu memberi tekanan pada leher rahim sehingga membuat serviks melebar. Nah Moms, organ yang melebar inilah yang dapat memicu produksi hormon untuk membantu persalinan.
Selain dari pemeriksaan USG, Anda bisa mengetahui janin sudah masuk ke dalam panggul dari beberapa tanda. Ya, pada kondisi itu, Anda mungkin akan lebih sering buang air kecil, timbul rasa sakit di area vagina, dan pinggang akan terasa lebih berat.
Posisi jongkok ibu hamil. Foto: Shutterstock
Jika di usia 36 kehamilan posisi janin belum masuk ke dalam panggul, Anda bisa melakukan beberapa cara. Misalnya saja dengan sering mengepel jongkok, latihan gerakan jongkok berdiri, olahraga jalan kaki, dan melakukan gerakan sujud atau menungging.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, tidak semua bayi nyatanya bisa masuk dengan sempurna ke pintu panggul. Kondisi tersebut dalam bahasa medis dikenal dengan CPD (Cephalo-Pelvic Disproportion) atau disproporsi kepala panggul.
Beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kondisi tersebut antara lain karena panggul ibu sempit, faktor kepala bayi yang besar atau ukuran bayi yang besar, dan faktor plasenta yang pendek atau letaknya menutupi jalan lahir. Jika Anda mengalami CPD, beberapa dokter kandungan menyarankan untuk tidak melakukan persalinan normal karena dapat membahayakan ibu dan janin.