Kumparan Logo

Kapan Waktu Bayar Fidyah Ibu Hamil?

kumparanMOMverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi membayar fidyah dengan beras. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membayar fidyah dengan beras. Foto: Shutterstock

Ibu hamil termasuk ke dalam golongan umat muslim yang tidak wajib untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Ya Moms, kondisi fisik ibu hamil yang biasanya sering mual, pusing, dan lemas, membuatnya tidak kuat menjalankan ibadah puasa.

Dikutip dari NU Online, ibu hamil yang tidak puasa Ramadhan karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan, maka boleh menggantinya dengan membayar fidyah. Fidyah sendiri diartikan sebagai sejumlah harta benda dalam kadar tertentu yang wajib diberikan kepada fakir miskin sebagai ganti suatu ibadah yang telah ditinggalkan.

Lantas, kapan ibu hamil harus membayar fidyah?

Waktu untuk Ibu Hamil Membayar Fidyah

Ilustrasi membayar fidyah dengan beras. Foto: Shutterstock

Menurut Dr. Mauidlotun Nisa, Lc., S.Pd.I., M.Hum atau yang kerap disapa Ustazah Nisa, ibu hamil boleh membayarkan fidyah kapan pun saat mereka mampu. Tapi, alangkah baiknya apabila membayarkannya di hari saat meninggalkan puasa.

“Kalau tidak mampu boleh ditunda sampai punya. Tapi alangkah lebih baik pada saat hari itu juga atau ketika ibu hamil atau ibu menyusui tersebut meninggalkan puasa. Boleh dikasih langsung 1 orang atau beda-beda orang,” kata Ustazah Nisa kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock

Ustazah yang juga menjabat sebagai Direktur Rumah Quran dan Bahasa Al-Mujtaba kembali menjelaskan bahwa ketentuan zakat dan fidyah tentunya berbeda. Ada pendapat yang mengatakan bahwa membayar fidyah boleh disesuaikan dengan nominal makan kita untuk satu porsi dikalikan jumlah puasa yang harus digantikan. Namun, ada pula yang membayar fidyah dengan cara memberi makan orang miskin sebanyak 1 mud (1,25 kilogram cerelia --seperti gandum, beras, dan lainnya).

"Membayar fidyah ditetapkan berdasarkan jumlah hari yang ditinggalkan untuk berpuasa. Setiap 1 hari seseorang meninggalkan puasa, maka dia wajib membayar fidyah kepada 1 orang fakir miskin," tutur Ustazah Nisa.

kumparan post embed

Nah Moms, bagi Anda yang ingin membayar fidyah menggunakan makanan pokok (mentah) atau beras, kualitas beras tersebut haruslah sama dengan apa yang dikonsumsi dengan Anda. Selain beras dan makanan pokok (mentah), Anda pun dapat menggantinya dengan uang atau makanan matang. Intinya, sesuaikanlah dengan kebutuhan yang ingin diberikan.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis