Kumparan Logo

Yang Perlu Jadi Perhatian Bila Ibu Hamil Tetap Ingin Jalani Puasa Ramadhan

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tips sebelum memutuskan puasa saat hamil Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Tips sebelum memutuskan puasa saat hamil Foto: Shutterstock

Ibu hamil mendapat berbagai kemudahan di bulan Ramadhan. Ibu hamil boleh puasa di hari lain atau yang dikenal dengan istilah qadha sampai merasa mampu, atau mengganti puasanya dengan fidyah.

Bagaimana bila saat hamil ibu merasa mampu dan ingin tetap berpuasa? Boleh saja. Namun demi kesehatan ibu maupun bayi di dalam kandungan, ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian.

Apa saja?

1. Temui Bidan atau Dokter Sebelum Puasa saat Hamil

Yang Perlu Jadi Perhatian Bila Ingin Tetap Puasa saat Hamil Foto: Shutterstock

Sebelum mulai berpuasa, ibu hamil perlu memeriksakan diri atau berkonsultasi dengan bidan atau dokter. Ini sangat penting, karena bidan atau dokter dapat menilai kondisi janin maupun ibu hamil dengan seksama. Bila kondisi kehamilan baik-baik saja, baru lah bidan atau dokter dapat membolehkan ibu hamil menjalankan ibadah puasa.

Bagaimana bila bidan atau dokter menyarankan Anda tidak berpuasa dulu? Sebaiknya ikuti kata-kata mereka, Moms. Tidak mau kan, mengambil risiko yang kelak dapat Anda sesali?

2. Penuhi Kebutuhan Nutrisi & Hidrasi Tubuh

Penuhi kebutuhan nutrisi & hidrasi tubuh bila ingin jalanin puasa saat hamil Foto: Shutterstock

Bila bidan atau dokter sudah memberi 'lampu hijau' untuk berpuasa, waktunya Anda mendiskusikan cara memenuhi kebutuhan nutrisi dan hidrasi tubuh selama berpuasa. Ya Moms, salah satu di antara kekhawatiran puasa bagi ibu hamil adalah bisa kekurangan nutrisi maupun hidrasi tubuh sehingga dapat membahayakan ibu dan janin. Maka dari itu, pastikan Anda mengkonsumsi makanan yang bernutrisi dan cukup minum ketika buka dan sahur.

Saat berbuka, upayakan tidak langsung makan berat. Tapi, awali dengan takjil seperti kurma, lalu Anda bisa mengkonsumsi sup bening. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan menu yang lebih ‘berisi’. Misalnya saja, salad sayur, telur, ikan atau daging, hingga makanan berkarbohidrat kompleks dari roti gandum utuh dan nasi merah.

kumparan post embed

Anda bisa menambahkan menu sahur yang berguna untuk suplai energi selama puasa. Seperti, roti gandum utuh dengan keju atau selai buah, sereal berserat tinggi, buah pisang, kurma, dan kacang-kacangan.

Untuk hidrasi tubuh, umumnya ibu hamil perlu minum setidaknya 8 gelas cairan sehari, 2 gelas setelah buka, 4 gelas malam hari, dan 2 gelas ketika sahur. Jangan lupa, hindari konsumsi kafein yang bisa membuat Anda buang air terus menerus hingga dehidrasi lebih cepat.

3. Pastikan Ibu Hamil Cukup Istirahat

Ibu hamil tidur. Foto: Shutterstock

Selain nutrisi dan hidrasi yang harus dipenuhi, ibu hamil juga tetap butuh istirahat cukup. Jika dirasa perlu, tambahkan tidur siang sejenak sekitar 15-20 menit agar Anda tidak lemas dan kembali bugar sampai buka menjelang.

4. Ukur Kemampuan Fisik

Ibu hamil sebaiknya berhenti puasa bila alami sakit kepala Foto: Shutterstock

Anda sudah meniatkan berpuasa, namun ternyata baru setengah hari sakit kepala muncul, Anda tiba-tiba mual dan lemas, hingga muntah-muntah. Maka, segera hentikan puasa Anda, Moms.

Jangan memaksakan kemampuan fisik Anda yang ternyata belum kuat puasa. Segera lah berbuka dan melakukan pemulihan tubuh. Kesehatan Anda dan janin Anda tetap penting diperhatikan dan jangan sampai terabaikan.

Bila tidak ada keluhan seperti sakit kepala, mual, lemas atau muntah, ibu hamil yang berpuasa sebaiknya juga tidak banyak beraktivitas yang bisa menguras banyak tenaga dan pikiran.

Namun, bukan berarti juga bermalas-malasan ya, Moms. Singkatnya, sesuaikan kerja dengan kemampuan tubuh Anda. Termasuk ketika olahraga, Anda bisa memilih aktivitas yoga sore hari menjelang buka yang tidak terlalu berat misalnya.

5. Pantau Pertambahan Berat Badan

Ibu hamil perlu memantau berat badannya selama jalani puasa Ramadhan Foto: Shutterstock

Umumnya, kenaikan berat badan ibu hamil normal yaitu 3,5-4 kg pada usia 20 minggu kehamilan. Sementara itu, pada 20 minggu berikutnya berkisar 0,5 kg setiap minggunya. Di akhir kehamilan, pertambahan BB bisa mencapai 12,5-14 kg. Maka, perhatikan baik-baik. Lanjutkan puasa jika memang kondisi BB Anda normal.

Sebaliknya, jika berat BB ibu hamil tiba-tiba turun secara drastis, sebaiknya Anda menunda puasa karena bisa jadi ini tanda perkembangan janin tengah terganggu.

kumparan post embed