Kasus Corona Melonjak, Hindari Keluar Rumah Ajak Anak
ยทwaktu baca 2 menit

Pada Minggu (20/6), Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menyebut tren kasus positif Corona aktif pada anak di bawah usia 18 tahun terus bertambah.
"Untuk itu, kami mengingatkan warga untuk menghindari keluar rumah membawa anak-anak," ujarnya seperti dikutip dari PPID.
Sementara di kota Depok, ada 37 balita yang terpapar corona dalam sehari. Temuan itu berdasarkan data pada Sabtu (19/6) yang disampaikan oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana.
Ia menegaskan, naiknya corona pada balita salah satu faktornya adalah meningkatnya mobilitas warga. Termasuk orang dewasa yang mengabaikan prokes. Karena itu, corona dari klaster keluarga jadi naik.
Bagaimana dengan angka kematian anak akibat infeksi virus Corona?
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Aman B Pulungan mengungkap kasus corona pada anak di Indonesia saat ini mencapai 12,5 persen dengan case fatality rate mencapai 3-5 persen, paling tinggi di dunia. Sedih sekali rasanya mengetahui hal ini ya, Moms.
Imbauan pada Orang Tua untuk Cegah Anak Terinfeksi Corona
Melihat kondisi Indonesia saat ini, IDAI mengimbau semua kegiatan yang melibatkan anak usia 0-18 tahun diselenggarakan secara daring saat ini. Orang tua atau pengasuh harus mendampingi anak saat beraktivitas daring maupun luring.
"Kapan lagi kita jadi orang tua, menyayangi anak? Jadilah orang tua saat pandemi. Dampingi anak-anak kita. Hindari membawa anak ke luar rumah. Kecuali mendesak, anak itu harus di rumah. Saat harus berkegiatan di luar rumah, hindari tempat dengan ventilasi tertutup. Ikuti prokes, disiplin di dalam rumah, perjalanan, dan luar rumah, termasuk orang tuanya," pesan dr.Aman.
Ia pun mewanti-wanti orang tua taat prokes agar tidak tertular dan menularkan anak. Selain itu, pastikan anak juga diimunisasi lengkap secara rutin untuk mencegah penyakit berbahaya lainnya.
"Kalau ortunya enggak taat kasian anaknya. Dan tetep imunisasi lengkap rutin untuk mencegah penyakit berbahaya lainnya. Kita harus bekerja sama melakukan pendampingan dan pengawasan prokes secara ketat di tempat umum," ucap dia.
"Mari kita jaga anak-anak Indonesia yang hampir 90 juta ini, yang lahir setiap tahun 5 juta. Penuhi hak anak untuk sehat baik fisik maupun mental demi masa depan yang lebih baik. Hidup kita untuk apa kalau bukan anak? Jaga anak kita. jangan sampai anak ada yang sakit," tegasnya.
