Kasus Positif Corona pada Anak di Jakarta dan Depok Meningkat
·waktu baca 3 menit

Moms, apa kabar anggota keluarga Anda, terutama sang anak tercinta? Tetap bersabar beraktivitas di rumah saja, ya. Sebab pandemi belum berlalu dan ancaman Corona tidak hanya menyerang orang dewasa. Bahkan di Jakarta, angka penularan virus Corona pada anak terus bertambah.
“Tren kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun terus bertambah,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia dikutip dari PPID, Minggu (20/6).
Untuk itu, ia mengingatkan warga untuk menghindari keluar rumah membawa anak-anak.
Dalam 1 Hari, 655 Anak di Jakarta Positif Corona
Dari 5.582 kasus positif hari Minggu kemarin, 655 kasus terjadi pada anak usia 6 - 18 tahun, 224 kasus adalah anak usia 0 - 5 tahun, 4.261 kasus adalah usia 19 - 59 tahun, dam 442 kasus adalah usia 60 tahun ke atas.
Selain itu, bila dilihat dari sebaran kasusnya, corona di Jakarta pada Minggu (20/6) terbanyak di Jakarta Timur yang tercatat ada 1562 kasus dan disusul Jakarta Selatan dengan 1082 kasus.
Sementara kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak, antara lain Cengkareng 238 kasus, Penjaringan 208 kasus, Tanjung Priok 206 kasus, dan Cilincing 202 kasus.
Kasus Corona pada Anak di Kota Depok juga Meningkat
Tak hanya Jakarta, kasus corona di kota Depok juga terus mengalami kenaikan termasuk kasus pada anak. Bahkan ada 37 balita yang terpapar corona dalam sehari. Temuan itu berdasarkan data pada Sabtu (19/6).
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan penularan corona pada balita termasuk tinggi.
"Sebanyak 37 balita dari usia nol sampai lima tahun terpapar COVID-19," ujar Dadang, Minggu (20/6).
Ia menegaskan, naiknya corona pada balita salah satu faktornya adalah meningkatnya mobilitas warga. Termasuk orang dewasa yang mengabaikan prokes. Karena itu, corona dari klaster keluarga jadi naik.
"Kami sudah mengingatkan untuk menerapkan protokol kesehatan, apalagi kebijakan PSBB kali ini aktivitas perkantoran diterapkan WFH sebanyak 70 persen," tegas Dadang.
Karena itu, orang tua diminta mengawasi anak-anaknya untuk mencegah penularan tersebut.
"Peran orang tua sangat membantu untuk menghindari anak atau remaja terpapar COVID-19 untuk mencegah klaster keluarga," ujar Dadang.
Kematian Corona Anak di RI Tertinggi di Dunia
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Aman B Pulungan turut menyoroti kondisi ini. Ia bahkan mengungkap kasus corona pada anak di Indonesia saat ini mencapai 12,5 persen. Selain itu, case fatality rate corona anak 3-5 persen, paling tinggi di dunia.
"Data nasional saat ini menunjukkan kasus COVID-19 pada anak usia 0-18 tahun, yakni 12,5 persen. Artinya 1 dari 8 kasus (COVID-19 di Indonesia) ini adalah anak. Kedua, data IDAI menunjukkan case fatality rate-nya 3-5 persen," kata Aman dalam konferensi pers virtual yang disaksikan kumparan, Jumat (18/6).
Dengan angka ini, ia mengatakan artinya kematian anak akibat COVID-19 merupakan yang paling banyak di dunia.
"Dan saya sering mengatakan 50 persen kematian anak itu balita. Jadi dari seluruh anak yang meninggal itu 50 persennya balita," imbuh dr.Aman.
Jadi, terus patuhi protokol kesehatan ya, Moms. Selalu waspada dan hindari keluar rumah membawa anak-anak.
