Kumparan Logo

Kenali Gejala Sleep Apnea pada Bayi

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi tidur Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi tidur Foto: Shutterstock

Sleep apnea merupakan gangguan kesehatan bayi yang terjadi karena jalur pernapasan mengalami penyumbatan. Bayi yang mengalami sleep apnea akan berhenti bernapas selama beberapa saat ketika mereka tertidur.

Tentu saja hal ini menyebabkan aliran oksigen ke paru-paru dan otak menjadi terhambat. Beberapa hal dapat menjadi penyebab sleep apnea pada bayi, seperti adenoid dan tonsil yang terinfeksi, penyakit gastroesophageal reflux (GERD), hidung dan paru-paru tersumbat, infeksi yang mempengaruhi sistem saraf, hingga paparan obat-obatan.

bayi tidur Foto: Shutterstock

Dikutip dari Mom Junction, secara keseluruhan sleep apnea hanya mempengaruhi sekitar 3% anak-anak di bawah usia 13 tahun dan menjadikannya penyakit anak yang tidak umum. Meski begitu, tidak ada salahnya mengetahui gejala sleep apnea agar Anda bisa mendeteksi penyakit tersebut sejak dini. Sehingga, penyakit itu tidak menimbulkan risiko jangka panjang nantinya pada bayi Anda.

Berikut Gejala Sleep Apnea pada Bayi

1. Mendengkur

Dengkuran dan dengusan saat bayi Anda tidur merupakan gejala paling umum bagi bayi yang mengalami sleep apnea. Apalagi, jika Anda menemukan si kecil kerap mengambil napas panjang di dalam tidurnya.

2. Berhenti bernapas

Anda akan melihat bayi Anda berhenti bernapas dan dadanya berhenti bergerak ketika tidur selama beberapa saat. Umumnya, mereka akan berhenti bernapas selama 10 hingga 60 detik kemudian bernapas lagi.

kumparan post embed

3. Bangun mendadak

Ketika bayi dalam kondisi kekurangan oksigen di otak, mereka akan refleks bangun secara tiba-tiba dan mungkin dalam keadaan menangis. Mereka juga akan lebih rewel dari biasanya karena sulit untuk tertidur nyenyak.

4. Napasnya berat

Anda juga akan melihat si kecil kesulitan bernapas dalam tidurnya. Akan terjadi pernapasan yang dalam dan berat seolah ada yang menyumbat saluran pernapasannya. Mereka juga akan mencoba bernapas melalui mulut karena udara yang tidak cukup mencapai paru-paru melalui rongga hidung.

Ilustrasi bayi tidur tengkurap Foto: Shutterstock

5. Posisi tidur canggung

Bayi dengan sleep apnea akan melengkungkan lehernya ke atas atau memelintir tubuh ke samping untuk mengatasi saluran pernapasan yang tersumbat. Mereka juga akan tampak gelisah dan sering berganti-ganti posisi tidur.

Nah Moms, jika Anda merasa ada yang tidak beres dengan kondisi pernapasan bayi, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan perawatan.

Reporter: Hutri Dirga Harmonis

kumparan post embed