Kenapa Anak Biasanya Demam Setelah Diimunisasi?

Imunisasi adalah hak bagi setiap anak. Dengan diberi imunisasi, anak diharapkan jadi kebal terhadap suatu penyakit. Pemberian dan penyelenggaraan imunisasi juga telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2013.
Meski begitu ada beberapa hal yang menjadi kekhawatiran orang tua tentang imunisasi. Salah satu alasannya karena khawatir pada efek samping imunisasi yang ditandai dengan demam.
Moms, jangan sampai pemikiran itu membuat Anda jadi tidak memberikan hak bayi mendapat imunisasi. Imunisasi telah melalui berbagai proses pengujian untuk memastikan tidak membahayakan jiwa anak. Lantas, kenapa anak biasanya jadi demam setelah imunisasi?
Sebelum menjawab itu, sebaiknya Anda mengerti dulu apa yang sebenarnya dimasukkan ke tubuh anak pada saat imunisasi.

Mengutip WebMD, vaksin terbuat dari virus atau bakteri dari suatu penyakit dalam jumlah kecil dan telah dilemahkan. Cara lain, vaksin juga kadang dibuat dengan protein buatan yang mengimitasi virus penyebab suatu penyakit.
Menyuntikkan vaksin itu memicu sistem imun tubuh untuk menghasilkan antibodi atau melakukan mekanisme lain yang membuat tubuh jadi kebal terhadap virus terkait. Alhasil ketika virus itu datang untuk menginfeksi, tubuh kita sudah siap untuk melawannya.
Sama halnya dengan mengkonsumsi obat-obatan lain, vaksin juga membuat tubuh anak reaksi. Misalnya setelah minum obat batuk anak jadi mengantuk. Reaksi normal dari vaksin biasanya adalah demam hingga 48 jam setelah disuntik dan muncul ruam merah pada bekas suntikan.

Mengalami demam artinya vaksin itu sedang bekerja dalam tubuh anak Anda. Demam merupakan salah satu gejala bahwa tubuh si kecil sedang membentuk antibodi baru. Tenang Moms, demam ini biasanya hanya bertahan selama 2-3 hari.
Hampir semua vaksin menyebabkan reaksi normal demam pada anak. Mulai dari vaksin Measles Rubella (MR), vaksin difteri, pertusis, dan tetanus (DPT), dan vaksin hepatitis B.
Jika demam anak telah mencapai angka 38 derajat celsius, Anda bisa meredakannya dengan obat penurun panas.
