Kenapa Bayi Sering Menatap Orang di Sekitarnya?
·waktu baca 2 menit

Ada saja tingkah bayi yang mungkin membuat orang tua ataupun orang di sekelilingnya terkejut dan terheran-heran. Misalnya saja menendang-nendang kaki, berguling, hingga menatap orang di sekitarnya dengan serius. Selain itu, beberapa bayi mungkin juga menatap benda, langit, dan dinding ruangan.
Sebelumnya perlu dipahami bahwa penglihatan bayi cukup sensitif terhadap cahaya. Hal ini terjadi karena pupil mereka menjadi sangat kecil saat terkena cahaya terang. Selain itu, objek yang terletak di samping bayi lebih mudah dilihat oleh mereka melalui penglihatan tepi atau sampingnya. Namun, si kecil tidak dapat melihat benda-benda jauh dengan jelas karena penglihatan bagian tengahnya masih berkembang. Tetapi, kenapa bayi sering menatap orang di sekitarnya?
Alasan Bayi Sering Menatap Orang di Sekitarnya
Sebuah penelitian menemukan bahwa manusia cenderung menatap wajah yang menarik bahkan ketika baru berusia beberapa hari. Sehingga wajar bila bayi berusia 3-4 bulan lebih suka menatap wajah seseorang, terutama jika baru pertama kali bertemu.
Mengutip Mom Junction, hal unik dari suatu objek atau wajah cenderung membuat bayi tertarik dan membuatnya menatap. Beberapa di antaranya mencakup rambut warna-warni, janggut panjang, kacamata, baju garis-garis atau bergambar, hingga warna bibir yang cerah.
Jika bayi menatap orang di sekitarnya dalam waktu lama dan menjadi kurang responsif terhadap rangsangan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Ya, hal ini bisa tergolong dalam salah satu jenis kejang.
Selain itu, kebiasaan menatap ini biasanya terjadi hingga usia empat bulan. Jika terjadi lebih dari empat bulan, Anda juga bisa konsultasi ke dokter spesialis mata anak. Beberapa tanda lain yang perlu diperhatikan adalah mata bayi tampak juling, pupil berwarna putih, bahkan jika tidak menatap wajah seseorang pada usia 2 bulan.
