Kumparan Logo

Kenapa Gula Tambahan Perlu Dibatasi Sejak Dini?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mengapa Gula Tambahan Perlu Dibatasi Sejak Dini? Foto: kornnphoto/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Mengapa Gula Tambahan Perlu Dibatasi Sejak Dini? Foto: kornnphoto/Shutterstock

Konsumsi makanan dan minuman manis sering kali sulit dipisahkan dari keseharian anak. Namun, di balik rasanya yang disukai si kecil, orang tua perlu memahami bahwa konsumsi gula tambahan tetap memiliki batas yang perlu diperhatikan agar tidak berlebihan.

Dokter Spesialis Anak, dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.A., BMedSci, MKes, menjelaskan bahwa orang tua perlu memahami apa yang dimaksud dengan added sugar atau gula tambahan, serta berapa batas konsumsinya sesuai usia anak.

Apa Itu Gula Tambahan dan Berapa Batas Konsumsinya?

Dokter Spesialis Anak, dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.A, Bmedsci.Mkes, dalam acara "LACTOGROW Digestion Expert Lab" di Jakarta Selatan, Kamis (5/6/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Menurut dr. Miza, added sugar adalah gula yang ditambahkan ke dalam makanan atau minuman oleh produsen maupun saat proses memasak untuk meningkatkan rasa manis. Gula tambahan ini berbeda dengan gula alami yang terdapat pada buah, sayur, atau susu.

"Added sugar adalah yang ditambahkan oleh siapapun itu, entah pabrik atau siapa yang masak sebagai penambah rasa," tutur dr. Miza dalam acara LACTOGROW Digestion Expert Lab di Jakarta Selatan, Jumat (5/6).

Untuk anak usia di atas 2 tahun, batas konsumsi gula tambahan yang dianjurkan adalah sekitar 25 gram per hari. Sementara pada anak di bawah usia 2 tahun, beberapa rekomendasi menyebutkan batas sekitar 10–15 gram per hari atau sekitar 10 persen dari total kebutuhan kalori harian.

Ilustrasi kebanyakan makan gula. Foto: vchal/Shutterstock

Meski demikian, dr. Miza menilai bahwa anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya mendapatkan paparan gula tambahan sesedikit mungkin.

Kenapa Gula Tambahan Perlu Dibatasi Sejak Dini?

Menurut dr. Miza, masa awal kehidupan merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan makan anak. Paparan makanan dan minuman yang terlalu manis sejak usia dini dapat memengaruhi preferensi rasa anak di kemudian hari.

"Batasnya cuma kalau saya pribadi berharap kalau bisa masih belum terpapar,” imbuhnya.

Ilustrasi anak makan manis. Foto: Shutter Stock

Oleh karena itu, orang tua dianjurkan untuk membiasakan anak mengonsumsi makanan dengan rasa alami tanpa tambahan gula berlebihan. Selain membantu menjaga pola makan yang lebih sehat, langkah ini juga dapat mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mengurangi risiko konsumsi gula berlebih di masa depan.

Dengan memahami batas konsumsi gula tambahan dan membangun kebiasaan makan sehat sejak dini, orang tua dapat membantu anak memperoleh asupan yang lebih seimbang untuk mendukung kesehatannya, Moms.

kumparan post embed