Kumparan Logo

Kenapa Ibu Anemia Setelah Melahirkan?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anemia setelah melahirkan: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anemia setelah melahirkan: Shutterstock

Banyak ibu mengalami masalah kesehatan setelah melahirkan karena kesibukannya merawat bayi. Salah satu kondisi yang umum terjadi pada ibu usai persalinan adalah anemia yang disebut anemia postpartum.

Mengutip Medlineplus, anemia postpartum terjadi ketika ibu mengalami defisiensi zat besi kronis setelah melahirkan, yaitu saat kadar hemoglobin kurang dari 110 g/L pada satu minggu usai persalinan dan kurang dari 120 g/L pada delapan minggu setelahnya.

Ibu yang mengalami anemia postpartum karena kekurangan zat besi menunjukkan beberapa gejala umum seperti, kelelahan kronis setiap hari, kulit tampak pucat, merasa depresi dan bingung, berkurangnya kuantitas dan kualitas ASI, detak jantung cepat, pusing dan kunang-kunang setiap kali berganti posisi secara tiba-tiba.

Lantas, apa yang menjadi penyebab kondisi tersebut?

Dikutip dari Mom Junction, ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab anemia postpartum dan perlu di waspadai.

Pola makan yang buruk

Asupan zat besi yang tidak mencukupi sebelum atau selama kehamilan dapat menyebabkan anemia pasca persalinan. Ibu membutuhkan zat besi 4,5 mg per hari selama kehamilan. Oleh sebab itu, ibu hamil mungkin tidak mendapatkan cukup zat besi dari makanan saja. Bila ibu mempunyai riwayat darah rendah atau defisiensi zat besi, ada baiknya untuk mengonsumsi suplemen zat besi selama kehamilan sesuai dengan saran dokter sebagai pencegahan terhadap anemia.

Kehilangan darah menstruasi

Kehilangan banyak darah selama menstruasi juga dapat menyebabkan defisiensi zat besi sebelum terjadinya pembuahan. Dampak dari kondisi ini bisa dialami ibu selama kehamilan hingga usai melahirkan. Kondisi ini bisa terjadi jika ibu mengalami menstruasi berat pada periode terakhirnya. Menstruasi berat adalah ketika wanita mengeluarkan lebih dari 80 ml darah atau ketika haid terjadi lebih dari 7 hari.

Ilustrasi melahirkan. Foto: Shutterstock

Kehilangan darah saat melahirkan

Ibu berisiko kehilangan banyak darah selama proses persalinan. Jika ibu kehilangan lebih dari 300 ml darah saat melahirkan, maka cadangan zat besi di dalam tubuh bisa terkuras sehingga menyebabkan anemia usai persalinan. Semakin banyak ibu kehilangan darah, semakin tinggi pula risiko anemia postpartum

Penyakit usus

Ibu hamil yang mengalami gangguan usus seperti penyakit celiac, crohn, radang usus, hingga infeksi cacing bisa menyebabkan tubuh tidak bisa menyerap zat besi dengan baik (malabsorbsi). Hal ini membuat ibu berisiko mengalami anemia sejak hamil hingga setelah kelahiran bayi.

kumparan post embed