Kumparan Logo

Kenapa Ibu Perlu Merawat Luka Operasi Cesar?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
10
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Luka operasi caesar Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Luka operasi caesar Foto: Shutter stock

Proses persalinan dengan operasi caesar tentu akan meninggalkan luka sayatan di perut. Ya Moms, luka tersebut akan dijahit dan ditutup dengan perban, serta diganti secara berkala oleh perawat di rumah sakit.

Pada umumnya, dokter tidak menyarankan ibu untuk mandi selama 24-48 jam setelah operasi caesar dilakukan. Selain untuk menghindari gesekan, hal ini dilakukan agar luka operasi tetap kering. Sebab luka bekas operasi caesar umumnya akan mengering dalam waktu 1-2 minggu, tergantung pemulihan pada setiap ibu.

Nah Moms, setelah meninggalkan rumah sakit, dokter atau perawat akan tetap menyarankan Anda untuk merawat luka usai operasi, seperti membersihkan area luka dan mengganti perban secara rutin untuk melindungi luka sayatan. Kenapa hal itu penting dilakukan, ya?

kumparan post embed

Alasan Ibu Perlu Merawat Luka Operasi Caesar Setelah Pulang ke Rumah

Ilustrasi bekas jahitan operasi caesar. Foto: Shutter Stock

Menurut Dokter Kulit di Amerika Serikat, Fatima Fahs, MD, penting untuk ibu tetap merawat tubuh usai melakukan persalinan caesar. Jika luka sudah kering, biasanya akan menimbulkan bekas berupa garis berwarna merah kehitaman. Oleh sebab itu, sebelum bekas luka mulai terbentuk, ibu perlu memberikan perhatian dan perawatan khusus pada area sayatan untuk menghindari risiko infeksi.

“Setelah melahirkan, penting untuk merawat bekas luka agar tidak terbuka kembali atau tidak menunda proses penyembuhan luka, dan mengurangi risiko infeksi,” kata Dr. Fahs, seperti dikutip dari Very Well Family.

Meskipun sulit membagi waktu antara mengurus kebutuhan bayi dan melakukan perawatan tubuh, tetapi penting agar ibu cermat dalam membagi waktu luang agar proses penyembuhan lebih cepat dan optimal. Sebab menurut Dokter Kulit di New York, Mara Weinstein-Velez, MD, operasi caesar bukanlah prosedur yang mudah karena melibatkan pemotongan kulit dan otot untuk mengeluarkan bayi.

“Meskipun terdengar sepele, operasi caesar bukanlah prosedur yang mudah. Ini melibatkan pemotongan kulit dan sebagian besar otot untuk mengakses plasenta, dan beberapa organ vital lainnya,” ungkap Dr. Weinstein.

Ilustrasi Operasi Caesar. Foto: DedOK Studio/Shutterstock

Lebih lanjut, Dr. Weinstein menjelaskan, merawat luka operasi caesar sejak dini dapat mengurangi pelebaran luka, perubahan warna kulit, hingga penebalan bekas luka atau keloid. Ya, hal itu terjadi karena adanya tegangan di permukaan kulit yang hampir tidak terlihat.

“Ketegangan pada bekas luka berpotensi menyebabkan pelebaran, perubahan warna, bahkan penebalan seperti bekas luka hipertrofik atau bekas luka yang tebal dan menonjol, dan keloid atau bekas luka yang menggumpal dan bisa berukuran lebih besar dari sayatan aslinya,” jelasnya.

Oleh sebab itu, sebelum meninggalkan rumah sakit, tanyakan pada perawat tentang prosedur merawat luka operasi dengan baik, dan hal-hal apa saja yang perlu dihindari selama proses pemulihan berlangsung. Semoga informasinya bermanfaat!