Kumparan Logo

Kenapa Ibu Sering Tak Nafsu Makan Setelah Melahirkan

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu tidak nafsu makan Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu tidak nafsu makan Foto: Shutter Stock

Moms, Anda mungkin merasakan ada banyak perubahan pada tubuh setelah melahirkan. Misalnya saja munculnya stretch mark di perut dan payudara atau rambut ibu yang mulai rontok parah.

Namun perubahan setelah melahirkan sebenarnya tidak hanya terjadi secara fisik saja. Beberapa ibu mungkin juga mengeluhkan emosinya yang naik turun dan nafsu makan yang tiba-tiba hilang. Berbeda dengan saat hamil yang membuat nafsu makannya meningkat.

Lantas, apa penyebabnya, ya?

Penyebab Ibu Sering Tidak Nafsu Makan Setelah Melahirkan

Ibu makan sehat. Foto: Thinkstock

Mengutip Mom Junction, ibu baru sering mengalami kehilangan nafsu makan dalam beberapa hari setelah melahirkan. Hal ini rupanya sangat umum terjadi pada banyak ibu. Apakah Anda salah satunya, Moms?

Ternyata, kondisi ini bisa terjadi karena ibu masih merasa lelah atau sakit setelah persalinan. Selain itu, ibu mungkin terlalu sibuk dan kewalahan saat mengurus bayi sehingga kerap melewatkan jam makannya sendiri.

Beberapa ibu akan dengan mudah menemukan nafsu makannya kembali saat frekuensi menyusui meningkat. Sebab, produksi ASI akan menguras energi, sehingga secara alami membuat ibu merasa lelah dan sering lapar. Dengan begitu, ibu mungkin akan mulai makan lebih banyak daripada sebelumnya.

Ibu menyusui enggan makan. Foto: Shutterstock

Sayangnya, beberapa ibu bisa mengalami kehilangan nafsu makan yang berlangsung hingga berminggu-minggu usai melahirkan. Jika ini terjadi, sangat penting bagi Anda untuk berkonsultasi pada dokter. Dikutip dari Nursing Coach, kehilangan nafsu makan dalam waktu lama adalah gejala umum dari depresi pasca persalinan.

Ibu dengan depresi pasca persalinan akan mengalami stres dan kecemasan berlebihan hingga mempengaruhi aktivitas dan kualitas hidupnya. Ibu mungkin juga mulai menarik diri dari lingkungan internalnya dan kehilangan minat pada beberapa hal termasuk rutinitasnya sehari-hari seperti makan.

kumparan post embed

Mengutip laman La Leche League International, setidaknya terdapat 10-20 persen ibu baru yang mengalami depresi postpartum atau depresi pascapersalinan. Bahkan, angka tersebut bisa saja terus bertambah seiring waktu, Moms.

Memang benar tidak semua ibu mengalami depresi pascapersalinan. Namun, tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan. Cobalah mulai dari hal sederhana seperti membagi tugas dengan suami saat mengasuh anak, sempatkan untuk melakukan hal yang menyenangkan, dan bila perlu rutin berkonsultasi dengan dokter atau psikolog ya, Moms.