Kenapa Jadwal Imunisasi Berbeda-beda?

9 Desember 2019 11:57 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
imunisasi - POTRAIT Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
imunisasi - POTRAIT Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Imunisasi sangat penting bagi anak untuk mencegah wabah, sakit berat, cacat, dan kematian. Oleh karena itu, sebagai orang tua kita perlu melengkapi imunisasi anak sesuai dengan jadwal yang telah direkomendasikan oleh para ahli, Moms.
ADVERTISEMENT
Untuk melengkapinya Anda bisa membawa si kecil ke rumah sakit, klinik, praktik dokter, posyandu atau puskesmas sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.
Tapi pernahkah Anda menemukan adanya perbedaan jadwal imunisasi di setiap rumah sakit, klinik, praktik dokter, posyandu atau puskesmas?
Nah Moms, tak perlu bingung lagi. Berikut penjelasan dari ahli mengenai hal ini.
Ilustrasi anak imunisasi, diberi vaksin. Foto: Shutterstock
"Perbedaan jadwal imunisasi pada kurun waktu yang berbeda di beberapa praktek dokter antara lain karena sumber rujukan yang berbeda, adanya modifikasi untuk memudahkan orang tua, atau pertimbangan khusus berdasarkan keadaan bayi dan anak pada saat itu," ujar DR. Dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), MSi, dalam laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Untuk memilih jadwal imunisasi anak yang terbaik, kata Dr. Soedjatmiko, pilihlah jadwal yang direkomendasikan oleh PPI Depkes maupun Rekomendasi Satgas Imunisasi PP IDAI, Moms.
ADVERTISEMENT
"Sebaiknya menggunakan jadwal imunisasi PPI Depkes atau jadwal imunisasi terbaru yang direkomendasikan oleh Satgas Imunisasi IDAI, karena dievaluasi secara periodik dengan mempertimbangkan perubahan epidemiologi penyakit tertentu, adanya vaksin-vaksin baru yang resmi beredar di Indonesia dan negara tetangga serta memperhatikan anjuran dari WHO," katanya.
Ilustrasi Imunisasi. Foto: Shutter Stock
Meski begitu, menurut Dr Soedjatmiko, jadwal yang direkomendasikan oleh PPI Depkes maupun IDAI juga harus disesuaikan dengan beberapa pertimbangan lainnya seperti keadaan dan riwayat anak yang berkaitan dengan indikasi kontra atau risiko kejadian ikutan pasca imunisasi, serta permintaan orang tua. Misalnya vaksinasi cacar air sebelum umur 10 tahun.
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut dokter dapat melakukan penyesuaian untuk kepentingan anak disertai penjelasan kepada orang tua.
ADVERTISEMENT