kumparan
8 November 2019 19:43

Lebih Baik Mana, Imunisasi Anak di Posyandu atau Puskesmas?

Ilustrasi Imunisasi. Foto: Shutter Stock
Imunisasi penting bagi anak untuk mencegahnya dari wabah, sakit berat, cacat, dan kematian. Oleh karena itu, sebagai orang tua, kita perlu memberi dan melengkapi imunisasi anak mulai dari 0 bulan hingga ia berusia remaja.
ADVERTISEMENT
Untuk memperoleh imunisasi, Anda bisa membawa si kecil ke posyandu atau puskesmas. Tapi mana yang lebih baik ya di antara keduanya?
Orang tua perlu memberi imunisasi lengkap pada anak Foto: Shutterstock
Menurut Sekretaris Satgas Imunisasi IDAI dan staf Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Prof. DR. dr. Soedjatmiko, SpA (K), Msi., tidak ada bedanya antara mengimunisasi anak di puskesmas maupun posyandu. Sehingga, sama baiknya apapun itu pilihan Anda.
"Tidak ada (bedanya). Sama (baiknya antara di posyandu atau puskesmas)," ujar Prof. DR. dr. Soedjatmiko, SpA (K), Msi., saat dihubungi kumparanMOM, Rabu (6/11).
Baik di puskesmas dan posyandu menyediakan jenis-jenis imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah secara nasional. Seperti Bacillus Calmette Guerin (BCG), Diphtheria Pertusis Tetanus-Hepatitis B (DPT-HB) atau Diphtheria Pertusis Tetanus-Hepatitis B-Haemophilus influenza type B, Hepatitis B, Polio, dan Campak.
ADVERTISEMENT
Dengan begitu, Anda bisa membawa anak ke posyandu atau puskesmas yang terdekat dari rumah Anda.
Imunisasi HPV untuk Anak. Foto: Shutter Stock
Imunisasi yang tidak diwajibkan pemerintah seperti Pneumokokus, Rotavirus, Influenza, Japanese Encephalitis B, Rabies, MMR, Demam Tifoid, Cacar air, Hepatitis A, Kanker Leher Rahim (HPV) dan Meningitis untuk saat ini belum tersedia, baik di posyandu atau puskesmas. Meski tidak wajib, tapi bukannya tidak penting untuk anak.
Semua imunisasi, baik yang wajib maupun tidak sama pentingnya. Hanya saja, pemerintah baru mampu menyediakan subsidi untuk sebagian vaksin saja, yaitu jenis-jenis vaksin wajib seperti yang telah dijelaskan di atas.
"Vaksin-vaksin tersebut (imunisasi pilihan) sama pentingnya dengan vaksin lain, karena terbukti mencegah sakit berat, cacat, dan kematian. Karena itu vaksin-vaksin tersebut di rekomendasikan oleh IDAI (Ikatan Doker Anak Indonesia), WHO dan hampir sama di semua negara," kata Prof. Soedjatmiko.
Ilustrasi anak imunisasi, diberi vaksin. Foto: Shutterstock
Di beberapa provinsi, imunisasi yang tidak diwajibkan seperti Pneumokokus, HPV, dan Japanese Encephalitis tersedia secara gratis di posyandu atau puskesmas, ini karena adanya berbagai pertimbangan seperti pola penyakit dan anggaran yang tersedia.
ADVERTISEMENT
Oleh sebab itu, jika kondisi keuangan keluarga Anda memungkinkan, lengkapilah juga imunisasi yang tidak diwajibkan. Untuk mendapatkannya yakni di rumah vaksin yang terdaftar secara resmi, RS umum atau RS swasta yang terdekat dengan tempat tinggal Anda.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan