Kumparan Logo

Kenapa Makanan Bayi Sebaiknya Tidak Diblender

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi makanan bayi bertekstur halus Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makanan bayi bertekstur halus Foto: Shutterstock

Membuat makanan bayi, tidak boleh sembarangan. Pada awal pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) misalnya, disarankan untuk memulai dengan makanan yang bertekstur halus atau lumat.

Ada beragam metode yang bisa Anda pilih untuk melumatkan makanan bayi. Misalnya dengan cara ditumbuk dan diparut. Menurut penjelasan dokter anak yang praktik di Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Barat dan Rumah Sakit Permata Bekasi, dr. Ayi Dilla Septarini, baik ditumbuk atapun diparut sebenarnya sama baiknya dan boleh digunakan untuk mengolah MPASI.

kumparan post embed

Metode yang tidak disarankan untuk mengolah MPASI, kata dr. Dilla sapaan akrabnya, adalah dengan cara diblender. Kenapa?

ilustrasi membuat makanan bayi dengan blender Foto: Shutterstock

Makanan Bayi Sebaiknya Tidak Diblender

Menghaluskan MPASI dengan cara diblender membutuhkan banyak air. Akibatnya, selain volume makanan bayi yang menjadi lebih besar karena sudah tercampur dengan banyak air, nilai kalori dalam MPASI juga jadi berkurang. Sehingga berat badan si kecil sulit bertambah, Moms.

"Tidak disarankan diblender. Pertama blender membutuhkan air supaya pisaunya bergerak. Begitu dikasi air, ibarat susu diencerkan kalorinya lebih rendah, umumnya itu menyebabkan berat badan badan bayi tidak naik atau naik sedikit," kata dr Dilla.

kumparan post embed

MPASI yang diblender juga terlalu halus teksturnya sehingga bayi sulit saat peralihan tekstur makanan dari halus menuju kasar nantinya. Bahkan lebih buruknya, pertumbuhan gigi bayi juga terhambat karena tidak terbiasa mengunyah makanan.

"Kedua teksturnya lebih halus, kalau teksturnya halus bayi sulit naik tekstur di kemudian harinya karena dia enggak biasanya mengunyah. Hanya menelan menelan saja. Ketiga tidak merangsang gusi untuk mengunyah, jadi tumbuh giginya lebih lama. Itu kerugiannya pakai blender," tutup dr. Dilla.

Nah Moms, jadi jelas sudah kenapa penggunaan blender untuk membuat makanan bayi sebaiknya dihindari. Yuk, teruskan artikel ini ke teman atau kerabat yang juga memiliki bayi atau perlu membuat MPASI.