Kenapa Satu Tahun Pertama Pernikahan Itu Penting dan Sulit?
ยทwaktu baca 3 menit

Memutuskan menikah adalah keputusan yang penting dan butuh komitmen jangka panjang. Banyak yang menyebut, satu tahun pertama usia pernikahan sangat penting untuk semakin mengenal dan menyesuaikan diri satu sama lain sebagai pasangan suami istri. Karena, kini Anda juga memiliki pasangan yang akan selalu bersama hingga bertahun-tahun lamanya.
Ya Moms, saat mendengar pertanyaan tersebut, Anda mungkin bertanya-tanya mengapa satu tahun pertama begitu sulit? Dikutip dari Very Well Mind, tahun pertama pernikahan akan penuh dengan perubahan dan penyesuaian Anda bersama suami beradaptasi dengan peran baru. Bila Anda bisa menanganinya di periode ini, ternyata bisa berperan penting pada langgengnya hubungan pernikahan.
Sebuah studi tahun 2009 tentang prediksi kepuasan pernikahan oleh Ted Huston, PhD, dari University of Texas, Austin, menemukan bahwa penurunan rasa cinta dan kasih sayang dalam dua tahun pertama menjadi penyebab perceraian setelah belasan tahun menikah. Sebab ada andil ekspektasi pernikahan yang tidak realistis, sehingga muncul rasa penyesalan.
Studi juga menemukan bahwa pasangan yang bercerai di dua tahun pertama menunjukkan tanda-tanda kekecewaan dan bersikap negatif satu sama lain pada dua bulan pertama pernikahan. Sementara pasangan yang bahagia selalu memiliki perasaan positif terhadap pasangannya, bahkan sejak di awal pernikahan.
Masalah Yang Bisa Dihadapi di Tahun Pertama Pernikahan
Anda mungkin kerap tidak menyadarinya, tetapi tidak ada salahnya mengetahui apa saja masalah yang bisa dihadapi di tahun pertama pernikahan. Berikut adalah beberapa contohnya, dilansir Mom Junction:
Selalu bertengkar termasuk hal sepele
Kurang romansa dan keintiman
Egois dan mengabaikan komunikasi
Ada utang dan ketidakstabilan ekonomi keluarga
Kecanduan dalam bentuk apa pun
Kekerasan dalam rumah tangga
Harapan pernikahan yang tidak realistis
Tidak memiliki cukup waktu bersama
Apa yang Bisa Dilakukan di Tahun Pertama Pernikahan?
Namanya pernikahan tentu tidak akan mulus-mulus saja kan, Moms? Namun, berbagai bentuk perselisihan dengan pasangan bisa diantisipasi, seperti misalnya dengan:
Bicara tentang keuangan, termasuk beban keuangan bila dua-duanya atau hanya salah satu saja yang mengerjakan.
Rencanakan kehamilan, karena memiliki anak adalah kesepakatan bersama disertai tanggung jawab besar.
Bicarakan keinginan dan ekspektasi ke pasangan untuk menghindari konflik dan memiliki pemahaman yang realistis
Pahami pentingnya hal-hal kecil, seperti bahasa tubuh dan saling peka.
Tunjukkan rasa hormat dan tanggung jawab satu sama lain. Bila ada perbedaan pendapat, disampaikan dengan hormat dan santun.
Tidak perlu bersaing untuk menunjukkan siapa yang paling unggul.
Berjuang untuk menjadi pendamping pasangan, bersikap suportif, tenang dan sabar terhadap pasangan.
Pelihara hubungan dengan menghabiskan waktu berkualitas bersama di tengah kesibukan masing-masing.
Jaga komunikasi dan bagikan pemikiran secara jujur.
Beri ruang untuk memiliki waktu masing-masing, dan kapan bisa menghabiskan waktu bersama.
Jadi Moms, di satu tahun pertama pernikahan mungkin akan ada banyak perubahan yang terjadi pada diri Anda. Namun tetaplah jadi diri sendiri, hindari perdebatan yang bisa memunculkan konflik, dan tidak perlu mengeluh terus menerus. Karena, hadirnya berbagai tantangan di tahun pertama pernikahan adalah sesuatu yang wajar, dan penyesuaian memang membutuhkan waktu.
