Kepala Bayi Panas Tapi Tidak Demam, Kapan Perlu Khawatir?
ยทwaktu baca 2 menit

Kesehatan bayi tentu menjadi perhatian utama bagi orang tua. Oleh karena itu, tak heran jika Anda mungkin akan langsung bergegas memberikan kompres atau obat penurun demam bila tubuh atau kepala si kecil terasa panas. Padahal, hal itu belum tentu menunjukkan bahwa bayi mengalami demam, Moms.
Dikutip dari Healthy Children, suhu tubuh bayi normalnya berkisar pada 36 - 37,5 derajat Celcius. Sementara jika suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celcius, maka si kecil bisa dikatakan demam.
Namun, ada kalanya mungkin Anda merasa bahwa kepala bayi terasa panas meskipun suhu tubuhnya normal. Meski demikian, Anda tak perlu cemas berlebihan ya, Moms. Sebab, hal ini cukup umum terjadi dan sebagian besar tidak berbahaya untuk si kecil.
Mom Junction melansir, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kepala bayi terasa panas. Mulai dari cuaca yang panas, pakaian yang digunakan dan posisi kepala saat tidur tidak tepat, menangis terus-menerus, tumbuh gigi, hingga aktivitas fisik yang berlebihan.
Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua saat mengasuh bayi. Misalnya, menggunakan pakaian yang tepat sesuai cuaca atau musim, periksa suhu ruangan secara berkala agar bayi tidak kepanasan, dan menghindari aktivitas fisik berlebihan. Pasalnya, selain menyebabkan kepala bayi menjadi panas, aktivitas fisik berlebihan dapat membuat bayi kelelahan dan sulit tidur, Moms.
Jika cara tersebut sudah dilakukan, tetapi kepala bayi tetap terasa panas, apakah orang tua perlu khawatir?
Yang Perlu Diwaspadai Saat Kepala Bayi Panas Tapi Tidak Demam
Ya Moms, meski umum terjadi, tetapi hal ini dapat menimbulkan komplikasi lain yang perlu diwaspadai orang tua. Beberapa di antaranya adalah:
Kepala bayi tetap panas selama beberapa hari meskipun telah dilakukan intervensi, seperti menggunakan pakaian yang tepat dan memperbaiki ventilasi ruangan agar tidak kepanasan.
Usia bayi kurang dari tiga bulan.Kepala bayi menjadi lebih panas setelah minum obat.
Menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti muntah dan diare.
Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.
Intensitas buang air besar berkurang.
Urine berwarna gelap.
Air mata tidak keluar saat menangis.
Kulit dan bibir jadi kering.
Nafsu makan berkurang dan lemas.
Kesulitan tidur.
Gusi berdarah.
Oleh karena itu, jangan ragu untuk segera bawa bayi ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Semoga informasinya membantu!
