Kumparan Logo

Kisah Bayi di Amerika Serikat yang Meninggal Karena Ruam Popok

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kisah Bayi di Amerika Serikat yang Meninggal Karena Ruam Popok Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kisah Bayi di Amerika Serikat yang Meninggal Karena Ruam Popok Foto: Shutterstock

Jika area bokong bayi yang tertutup popok berwarna merah dan iritasi, besar kemungkinan si kecil terkena ruam popok. Ya Moms, mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ruam popok biasanya terjadi karena iritasi akibat kontak dengan bahan dari popok, atau kontak dengan urine atau feses yang jarang dibersihkan.

Tak jarang, kulit yang sudah teriritasi ini menjadi infeksi akibat kelembaban di area tersebut. Infeksi yang terjadi biasanya adalah infeksi jamur.

Meski ruam popok umum dialami bayi, sebaiknya kita tidak menganggap enteng kondisi ini. Sebab di Iowa, negara bagian di Amerika Serikat, seorang bayi bahkan dikabarkan meninggal karena ruam popok! Bagaimana bisa hal itu terjadi?

kumparan post embed

Kisah Bayi yang Meninggal Karena Ruam Popok

Kisah Bayi di Amerika Serikat yang Meninggal Karena Ruam Popok Foto: Freepik

Bayi berusia 4 bulan ditemukan meninggal di dalam ayunan pada 30 Agustus 2017. Jaksa Coleman McAllister, asisten jaksa agung Iowa, mengatakan bayi yang bernama Sterling Koehn ini telah memakai popok yang sama selama 9 hingga 14 hari.

Ketika petugas medis memeriksa ke apartemen keluarganya di Alta Vista, Iowa, kotoran pada popoknya telah mengiritasi kulit Sterling. Lalu, ditemukan banyak ulat dan belatung dalam popok dan ayunannya yang diselimuti air kencing Sterling.

Sehingga tak heran jika bakteri e.coli masuk ke dalam tubuhnya. Maka dari itu Sterling dinyatakan meninggal karena ruam popok.

kumparan post embed

“Dia meninggal karena ruam popok. Itu benar, ruam popok,” kata McAllister dalam pernyataannya seperti laporan Associated Press yang dikutip dari People.

Kemudian, pihak berwenang juga percaya bahwa Sterling selama ini tidak diurus oleh kedua orang tuanya. Sebab saat ditemukan, beratnya tidak lebih dari 226 gram dan ditinggalkan di ayunan selama lebih dari seminggu. Ia pun tidak dimandikan dan mengalami malnutrisi berat.

Atas kejadian ini, kedua orang tua Sterling dijebloskan ke dalam penjara. Ayahnya, Zachary Koehn, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Sementara ibunya, Cheyanne Harris, juga telah didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama meski ia mengaku tidak bersalah.

kumparan post embed