Kumparan Logo

Komplikasi Infeksi Herpes Genital yang Bisa Terjadi pada Bayi Baru Lahir

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi baru lahir terkena herpes. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir terkena herpes. Foto: Shutter Stock

Sistem kekebalan tubuh ibu hamil umumnya tidak sekuat saat tidak hamil. Sehingga, tak heran bila muncul berbagai penyakit saat hamil. Salah satunya adalah herpes genital yang merupakan infeksi menular seksual (IMS).

Infeksi virus herpes genital adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 2. Setelah terinfeksi, ibu hamil bisa mengalami dua hal berbeda, yaitu bergejala dan tidak bergejala. Virus ini pun juga bisa menyebabkan infeksi berulang, terutama saat sistem kekebalan tubuh menurun.

Ilustrasi ibu hamil. Foto: Syda Productions/kumparan

Penularan herpes genital bisa terjadi di dua kondisi berbeda, yaitu tertular dari infeksi herpes genital tidak aktif dari ibu atau karena adanya lepuh di jalan lahir. Setelah lahir, biasanya bayi yang terinfeksi herpes genital akan menunjukkan beberapa tanda lain, seperti munculnya lepuh di sekitar mata, lesu, kesulitan makan, masalah pernapasan, hingga pendarahan. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, maka bisa mempengaruhi berbagai fungsi organ tubuh si kecil, Moms. Bahkan, juga bisa menyebabkan komplikasi lainnya.

Apa Saja Komplikasi Infeksi Herpes Genital pada Bayi Baru Lahir?

ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Anucha Cheechang/Shutterstock

Mengutip Mom Junction, beberapa komplikasi infeksi herpes genital pada bayi baru lahir adalah:

  • Kejang

  • Peradangan mata

  • Gangguan penglihatan dan kebutaan

  • Gangguan pernapasan

  • Sering terkejut

  • Hipotermia atau suhu tubuh rendah

  • Koma atau penurunan kesadaran

Ibu dan ayah perlu waspada, sebab beberapa komplikasi, seperti kejang, terkejut, dan hipotermia juga bisa disebabkan oleh infeksi herpes otak. Akibatnya, bayi berisiko untuk mengalami kerusakan otak.

Oleh karena itu, dokter akan mendiagnosis infeksi herpes pada bayi melalui lesi kulit yang muncul. Dokter juga akan memeriksa kelenjar getah bening yang membesar di area selangkangan dan leher, analisis darah, pemeriksaan mata, dan pemindaian MRI untuk mengetahui terjadinya pembengkakan atau kerusakan otak.

kumparan post embed