Kriteria Ruang Rawat Gabung yang Ideal Bagi Ibu dan Bayi

Rawat gabung atau room in adalah pilihan terbaik bagi ibu dan bayi yang sehat setelah melahirkan. Selain lebih ekonomis, rawat gabung memiliki manfaat untuk ibu dan bayi. Misalnya saja, dapat meningkatkan pemberian ASI, mengurangi risiko infeksi, serta dapat meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi.
Bayi baru lahir yang dirawat gabung juga lebih jarang menangis, lebih mudah ditenangkan, lebih banyak tidur dan bisa melatih keterampilan ibu dalam merawat bayinya sendiri. Sayangnya, belum semua rumah sakit menyediakan fasilitas program rawat gabung ini.
Rawat gabung baru tersedia di beberapa rumah sakit saja dan itu pun belum ideal seperti yang telah diharapkan oleh para ahli. Hal itu dikarenakan belum kuatnya komitmen dari pihak penyelenggara pelayanan kesehatan, pengetahuan yang cukup bagi para petugas kesehatan dan pendampingan bagi para ibu dan keluarganya.
Lantas seperti apakah ruang rawat gabung yang ideal?
"Rawat gabung yang benar adalah memungkinkan ibu dan bayinya sama-sama siang sampai malam selama 24 jam. Kenapa? 6 jam saja bayi enggak bau ibunya, hormon stresnya akan meningkat dua kali lipat atau menurun 50 persen daya tahan tubuhnya. Kemudian bayinya harus ada dalam jangkauan ibunya," ujar Dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM, dalam rangkaian acara ulang tahun AIMI yang ke-12 di De Entrance Arkadia, Jakarta Selatan, Minggu (28/2).
Bahkan menurut dr. Utami, semua perawatan bayi yang sehat dilakukan di ruang rawat gabung, termasuk ketika bayi dimandikan. Jadi apabila ada perawat atau petugas kesehatan yang meminta bayi Anda dimandikan di ruang bayi, sebaiknya Anda menolak. Anda punya hak atas itu. Mintalah perawat atau pun petugas kesehatan memandikannnya di ruang Anda dirawat dan si kecil.
"Bayi mandi juga di kamar ibunya, bukan di ruang bayi. Kalian punya hak atas ini. Mungkin Anda belum tahu, tapi ini diberi tahu. Kalian perlu tahu," katanya.
Memang akan sulit pada praktiknya, apabila Anda menemukan hal ini, Moms. Tapi semangatlah demi si kecil. Tidak ada kata sulit untuk memulai, yang dibutuhkan hanya tekad yang kuat.
Namun, jika pada akhirnya setelah bersalin dokter mengatakan Anda dan bayi tidak memenuhi kriteria untuk rawat gabung, jangan berkecil hati. Itu adalah keputusan terbaik, karena Anda atau bayi mungkin harus mendapat perawatan khusus di ruang berbeda terlebih dahulu. Kriteria atau syarat untuk menentukan boleh dirawat gabung dan mana yang tidak adalah sebagai berikut:
- Bayi lahir normal, tidak mempunyai cacat bawaan berat.
- Tes APGAR bayi yang dilakukan pada menit ke 5 mencapai nilai lebih dari 7.
- Keadaan bayi pascapersalinan stabil.
- Bayi lahir dengan berat badan idela yaitu antara 2500 sampai 4000 gram.
- Bayi lahir pada umur kehamilan 37-42 minggu.
- Tidak ada faktor risiko yang diketahui pascapersalinan.
- Kondisi ibu sehat.
Selain Dr. Utami, hadir juga Dr. Tan Shot Yen, M.hum yang membahas topik MPASI sebagai pembicara dalam rangkaian acara ulang tahun AIMI bertajuk "Selusin bersama AIMI" yang digelar Minggu (28/2) di De Entrance Arkadia, Jakarta Selatan. Hadir pula Najelaa Shihab, M.Psi dari Keluarga Kita, Dinar Pandan Sari dari SKATA, Rahmat Hidayat yang mewakili Ayah ASI, tim Nusantara Menggendong, dan Dyah Pratitasari yang merupakan seorang instruktur yoga kehamilan dari Teman Lahiran. Melalui acara ini, diharapkan semakin banyak ibu yang #beruntungdidukung semua pihak untuk bisa menyusui.
