Kumparan Logo

Lebih Baik Mana, Anak Ikut Lomba 17 Agustus atau Nonton Saja?

kumparanMOMverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah anak ikuti perlombaan makan kerupuk dalam menyambut hari kemerdekaan Indonesia ke 73 di Tangerang Selatan, Minggu (12/8/2018). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah anak ikuti perlombaan makan kerupuk dalam menyambut hari kemerdekaan Indonesia ke 73 di Tangerang Selatan, Minggu (12/8/2018). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Anak-anak biasanya antusias menyambut perayaan Hari Kemerdekaan. Hal itu karena, banyak lomba seru yang bisa mereka ikuti.

Meski begitu, tidak semua orang tua tampaknya mengizinkan anaknya untuk ikut lomba 17-an. Alasannya mungkin karena takut anak merasa kelelahan, sehingga orang tua hanya mengizinkan si kecil untuk menontonnya saja.

Lantas sebenarnya, bolehkah mengizinkan anak ikut lomba 17-an? Atau memang lebih baik menontonnya saja?

Moms, lomba 17 Agustus ternyata bukan hanya untuk seru-seruan saja. Ada banyak manfaat yang bisa didapat jika ia mengikuti salah satu atau beberapa cabang lomba di perayaan 17 Agustus nanti, seperti:

  1. Mengasah Keterampilan Sosial

Lomba balap bakiak. Foto: Flickr/Dhyan Sulistyono

Kalau sekarang ini, anak lebih sering habiskan waktunya duduk di depan gadget, nah lewat momen lomba 17 Agustusan, bisa jadi ajang anak-anak mengasah keterampilan sosialnya, Moms. Karena saat di arena lomba, si kecil akan bertemu dengan banyak teman sebaya dan bisa mendorongnya untuk berinteraksi sosial.

  1. Memupuk Jiwa Persahabatan

Khusus untuk lomba-lomba yang mengharuskan anak melakukannya secara kelompok, ini bisa memupuk jiwa-jiwa kompak dan persahabatan si kecil dengan rekan-rekannya. Secara tidak langsung, mereka akan 'dipaksa' untuk berkenalan, berinteraksi, dan bekerja sama.

  1. Belajar Mengikuti Aturan dan Instruksi

lomba balap kelereng dan sendok gundu Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Sebelum si kecil berlomba, terlebih dulu ia mesti mendengar berbagai aturan atau instruksi lomba dari panitia. Lewat kesempatan ini, anak akan belajar fokus mendengarkan, menghargai serta memahami aturan yang berlaku, Moms.

  1. Memahami Makna Sportivitas

Dalam setiap kompetisi, pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Sebelum lomba dimulai, tanamkanlah dalam diri anak soal menang-kalah itu adalah yang biasa dalam tiap perlombaan.

Bukan hanya itu, Anda juga bisa mengajari anak soal jiwa sportivitas, yakni mengikuti aturan main dan kelak kalau menang maka ia tidak boleh sombong, dan kalau kalah maka tak boleh berkecil hati. Saat lomba berlangsung, barulah anak akan menerapkannya, Moms.

  1. Melatih Percaya Diri

lomba makan kerupuk Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Saat lomba dimulai di hadapan banyak penonton, ini bisa menjadi ajang melatih anak berani tampil di depan umum. Ini sangat berguna untuk menumbuhkan kepercayaan dirinya.

  1. Menumbuhkan Nasionalisme

Yang terakhir, tentu saja semua ini bisa jadi cara menumbuhkan semangat nasionalisme pada anak, Moms. Anda bisa mulai bercerita, filosofi makna dalam di balik lomba-lomba tersebut. Misalnya saat makan kerupuk, mengingatkan tentang kesulitan untuk makan saat masa penjajahan. Atau tentang semangat gotong royong dan persatuan dari lomba yang tarik tambang.

Meski begitu, tidak semua lomba 17-an aman diikuti anak, Moms. Oleh karenanya, Anda harus cermat memilih, kira-kira lomba apa saja yang aman diikuti si kecil.

Ilustrasi anak ikut panjat pinang Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Ada beberapa pilihan lomba yang aman untuk anak, seperti lomba makan kerupuk, balap karung, bakiak, memasukkan paku ke botol, atau balap kelereng.

Tapi, ada pula beberapa lomba khas 17-an yang sebaiknya tidak diikuti anak. Misalnya saja, mengambil koin dari jeruk yang dilumuri oli, lomba panjat pinang, lomba pukul bantal guling di atas kolam, atau tarik tambang. Lomba-lomba tersebut dinilai berisiko membahayakan kesehatan dan keselamatan anak, sehingga lebih baik ditonton saja ya, Moms.

kumparan post embed