Kumparan Logo

Lebih Baik Mana, Bulu Vagina Dicukur Habis atau Tidak?

kumparanMOMverified-green

clock
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Vagina Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Vagina Foto: Shutterstock

Bulu atau rambut yang tumbuh selain di kepala seperti di vagina, kerap membuat dilema. Alih-alih supaya lebih bersih, kadang keinginan untuk menghilangkan bulu tersebut cukup besar sehingga membuat bimbang, mengingat mereka memiliki fungsi.

Ya Moms, seperti menghalangi bakteri pembawa penyakit yang dapat masuk ke vagina. "Ini (rambut) membantu untuk menangkis bakteri dan patogen yang tidak diinginkan memasuki area vagina, sehingga membantu mencegah Anda terkena infeksi jamur, vaginitis, dan Infeksi Saluran Kemih (ISK)," kata OB-GYN dari Baylor University Medical Center di Dallas, Amerika Serikat, dr. Jessica Shepherd.

OB-GYN dari Providence Saint John's Health Center di California, Amerika Serikat, dr. Sherry Ross menambahkan bila rambut yang tumbuh di area genital juga bisa jadi pelindung untuk mengurangi gesekan saat berhubungan seks atau aktivitas lain.

"Rambut kemaluan juga dianggap bisa 'menjebak' feromon yaitu bau seksual yang diciptakan oleh tubuh yang dapat memikat pasangan," ujarnya.

Ilustrasi vagina Foto: Shutterstock

Dikutip dari Health, rambut vagina dikatakan tumbuh rata-rata 0,5 mm setiap hari. Namun seiring bertambahnya usia, kecepatan pertumbuhan rambut kewanitaan makin melambat.

"Biasanya tumbuh pada kecepatan yang stabil rata-rata 0,5 milimeter per hari. (Tapi) sama seperti rambut lainnya di tubuh kita, rambut kemaluan akan mulai menipis (karena dipengaruhi) usia dan menopause, beberapa kondisi medis dan obat-obatan juga dapat membuat rambut kemaluan menipis," tambah dr. Shepherd.

Lalu bagaimana bila rambut kemaluan dicukur? “Bagi banyak (pasien saya) memiliki rambut kemaluan yang sedikit, menandakan (vulva) yang rapi dan bersih,” jelas dr. Ross.

Umumnya wanita mencukur rambut di area vagina, karena merasa nyaman juga seksi bila tanpa rambut. Dalam sebuah penelitian 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Sex Medicine, sebanyak 60 persen dari 439 pria yang disurvei mengatakan lebih menyukai pasangannya tidak memiliki rambut di daerah kewanitaan.

Tapi yang perlu diingat, setiap pasangan punya preferensi masing-masing ya, Moms. dr Ross juga menegaskan sebenarnya punya rambut di kemaluan bukan berarti vagina Anda kotor.

kumparan post embed

Lantas lebih baik menghilangkannya atau membiarkan bulu kemaluan? Menurut laman The Center for Young Women's Health, sebenarnya hal itu merupakan pilihan masing-masing setiap orang. Jadi Anda boleh memotongnya atau tidak itu hak Anda.

“Pada akhirnya, keputusan harus didasarkan pada bagaimana perasaan seseorang tentang diri mereka sendiri dan apa yang terasa nyaman," kata dr Shepherd.

Selain itu, bila Anda memilih untuk menghilangkan bulu di area genital, penting untuk mengetahui bahwa ada berbagai macam treatment seperti dicukur, waxing, hingga laser. Setiap metode punya kelebihan dan kekurangan, jadi pastikan Anda sudah menimbang baik dan buruknya ya, Moms.

kumparan post embed

***

Saksikan video menarik di bawah ini: