Kumparan Logo

Lebih Baik Mana, Metode MPASI BLW atau Spoon Feeding?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
MPASI bayi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
MPASI bayi. Foto: Shutter Stock

Mengenalkan MPASI untuk anak tak boleh asal, Moms. Anda perlu belajar dan mencari informasi yang telah terbukti dan disarankan oleh ahli. Selain soal menu, bagaimana metode pemberian MPASI yang aman untuk anak juga perlu Anda pelajari.

Jika dahulu, memberikan MPASI dilakukan dengan menyuapi bayi atau dikenal dengan metode spoon feeding, seiring bergesernya zaman, fenomena memberikan MPASI pada anak pun ikut berkembang, Moms. Beberapa tahun belakangan ini, metode pemberian MPASI dengan metode Baby Led Weaning atau BLW sedang populer di media sosial. Metode ini dilakukan dengan membiarkan bayi memilih makanannya sejak awal MPASI, tanpa disuapi oleh orang tuanya.

Lantas, dari kedua metode pemberian MPASI tersebut manakah yang lebih baik untuk bayi?

Ilustrasi Camilan MPASI untuk Bayi Foto: Shutterstock

Dr. Cut Nurul Hafifah, Sp.A pada laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa pemberian MPASI dengan metode BLW hingga kini masih menjadi kontroversi karena dinilai bertentangan dengan ketetapan Badan Kesehatan Dunia (WHO), dan belum dapat dibuktikan sebagai pemberian MPASI yang aman. Sehingga, metode BLW belum dapat dibuktikan sebagai pemberian MPASI yang lebih baik jika dibandingkan metode pemberian MPASI yang dianjurkan WHO.

"Sebenarnya praktik pemberian makan tradisional (sesuai WHO) juga memfasilitasi bayi untuk memilih makanannya sendiri. Tapi, tidak untuk semua jenis makanan dan umumnya tidak dilakukan sejak awal periode perkenalan MPASI," tulis Dr. Cut Nurul Hafifah, Sp.A pada laman resmi IDAI.

BLW sendiri sebenarnya bukanlah metode yang baru, Moms. Metode tersebut sudah pernah diperkenalkan oleh Rapley dan Markett pada 2005 setelah buku mereka yang berjudul Baby Led Weaning: Essential Guide to Introducing Solid Foods and Helping your Baby to Grow Up a Happy and Confident Eater dipublikasi.

Ilustrasi MPASI Bayi Foto: Shutterstock

Buku tersebut menyarankan agar bayi diberi finger food, yaitu makanan yang dapat dipegang oleh bayi, sejak bayi berusia enam bulan, tanpa melalui tahap pemberian makanan berkonsistensi lunak, seperti puree. Orang tua menentukan apa yang ditawarkan untuk dimakan, tetapi bayi yang menentukan apa yang akan mereka pilih, berapa banyak, dan seberapa cepat menghabiskan.

Sedangkan WHO menyarankan pemberian MPASI dimulai paling lambat saat bayi berusia 6 bulan, dengan memperhatikan kecukupan zat gizi pada MPASI, aman dan higienis dalam penyiapan dan pemberian, dan diberikan secara responsif. Sehingga, masih banyak hal yang harus diperhatikan dengan cermat sehingga IDAI belum menganjurkan metode BLW ini diterapkan

Tapi pada akhirnya, lagi-lagi kembali pada pilihan masing-masing keluarga. Namun pastikan kembali, apa pun yang telah menjadi pilihan Anda dan keluarga itu adalah pilihan yang telah diakui oleh ahlinya dan memiliki bukti ilmiah. Jangan hanya terpengaruh pada tren kekinian yang masih belum terbukti, Moms. Oleh karena itu, Anda perlu menelaah lebih lanjut dan berdiskusi dengan dokter.