Kumparan Logo

Mendikbud: SD di Zona Hijau Tatap Muka Bulan September, PAUD di Bulan November

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi TK. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi TK. Foto: Shutter Stock

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, telah memastikan bahwa tahun ajaran baru 2020-2021 akan dibuka pada 13 Juli 2020. Meski begitu, di tengah masa pandemi seperti ini, sekolah yang berada di zona kuning-merah dipastikan masih tetap melanjutkan program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Sementara, sekolah yang berada di zona hijau, boleh melakukan tatap muka apabila memenuhi prosedur yang telah ditetapkan Kemendikbud. Ya Moms, saat ini 94 persen peserta didik berada di zona kuning-merah dan hanya 6 persen yang berada di zona hijau.

"Yang 6 persen di zona hijau itulah yang kami perbolehkan Pemda untuk melakukan pembelajaran tatap muka, tetapi dengan protokol yang sangat ketat," kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam Live Streaming Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Tengah Pandemi, Senin (15/5).

Ilustrasi anak PAUD Foto: Shutterstock

Ada beberapa syarat yang harus dipatuhi sekolah di zona hijau bila ingin melaksanakan program belajar tatap muka. Mulai dari terpenuhinya fasilitas sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan, hingga izin dari orang tua.

"Jadi misal zona hijau pemda izinkan dan satuan pendidikan penuhi ceklis, sekolah boleh tapi tidak bisa paksa murid yang orang tuanya tidak perkenankan pergi sekolah karena belum cukup merasa aman masuk sekolah," imbuhnya.

Selain itu, sekolah tidak akan dibuka langsung untuk semua jenjang, Moms. Melainkan dibuka secara bertahap.

"Untuk bulan pertama, saat check list terpenuhi hanya boleh SMA, SMK, dan SMP. Jadi, hanya yang level menengah (yang boleh tatap muka di sekolah)," jelas Nadiem.

Ilustrasi Sekolah Dasar Islam. Foto: Shutter Stock

Sementara level SD, Madrasah Ibtidaiyah, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) baru akan dibuka dua bulan setelahnya. Itu artinya, murid-murid baru bisa tatap muka di bulan September.

"Baru setelah 2 bulan kalau semua masih oke dan hijau baru boleh SD dan SLB yang mulai dibuka," tuturnya.

Nah, untuk jenjang pendidikan terendah, yaitu PAUD, direncanakan baru akan dibuka dua bulan lagi setelah murid SD masuk, yaitu di bulan November.

"Kenapa yang paling muda itu kita terakhirkan? Karena bagi mereka lebih sulit lagi melakukan social distancing untuk SD, apalagi PAUD," ujar dia.

Nadiem juga memastikan akan terus memantau keberjalanan pembukaan sekolah di zona hijau. Apabila status di daerah tersebut berganti menjadi kuning, maka sekolah dipastikan akan ditutup kembali.

kumparan post embed