Kumparan Logo

Mengenal Metode Pembelajaran Montessori, Wardolf, dan Reggio Emillio

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak sekolah SD Negeri Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak sekolah SD Negeri Foto: Shutter Stock

Moms, sudah paham apa bedanya kurikulum pendidikan dan metode pembelajaran? Ya, sederhananya, kurikulum berkaitan dengan perangkat atau konsep besar pendidikan, sedangkan metode pembelajaran berkaitan dengan cara atau bagaimana pendidikan itu disampaikan.

Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Hal ini senada dengan penjelasan di laman Kemendikbud Rhode Island (Rhode Island Department of Education) yang merupakan salah satu negara bagian Amerika Serikat. Di dalamnya disebutkan bahwa metode pembelajaran adalah pilihan instruksional, pendekatan, prosedur, dan rutinitas yang digunakan guru untuk melibatkan semua siswa dalam pembelajaran yang bermakna.

Lantas apa itu metode pembelajaran Montessori, Wardolf, dan Reggio Emillio yang kini populer di Indonesia? Yuk pahami penjelasan psikolog pendidikan dari Rumah Dandelion, Binky Paramita, M.Psi., berikut ini, Moms!

Metode Pembelajaran di Sekolah Dasar

1. Montessori

Pada metode pembelajaran Montessori, siswa menjadi pembelajar utama dan guru berperan sebagai fasilitator. Sekolah Montessori biasanya menyediakan alat pembelajaran khusus yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan siswa.

Beberapa bidang yang difokuskan yaitu practical life, sensorial, matematika, bahasa, dan cultural studies. Siswa dapat memilih bidang yang mereka sukai, kemudian guru akan melakukan observasi secara berkelanjutan untuk menilai kemampuan siswa di bidang tersebut. Jika ternyata kemampuan siswa kurang mumpuni, siswa akan diarahkan untuk memilih bidang lainnya.

2. Wardolf

Pada metode Wardolf, anak memiliki kebebasan untuk belajar dan bermain sesuai dengan bakat dan minatnya. Tujuan metode ini adalah untuk mendidik anak secara holistik, intelektual, emosional, dan praktikal. Guru akan mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir, merasakan, dan bertindak melalui seni. Jadi, aktivitas seni dan kreativitas menjadi poin utama dalam metode ini.

3. Reggio Emillio

Pada metode Reggio Emillio, siswa akan diberi kesempatan untuk bereksplorasi dan guru akan melakukan pengamatan terhadap bakat dan minat siswa. Selanjutnya, pembelajaran akan disesuaikan dengan kemampuan siswa tersebut.

Metode pembelajaran ini umumnya menggunakan sistem proyek yang akan diusulkan oleh siswa, sedangkan guru hanya memberikan masukan mengenai proyek tersebut. Dengan begitu, diharapkan siswa dapat lebih mendalami kemampuannya sendiri melalui proyek tersebut. Selain itu, proyek itu juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar bekerja sama dalam kelompok dan berinteraksi dengan guru.

kumparan post embed