Kumparan Logo

Mengenal Sindrom Alkohol Janin, Efek Samping Bila Ibu Hamil Konsumsi Alkohol

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock

Sindrom alkohol janin adalah salah satu gangguan spektrum alkohol yang terlihat pada bayi baru lahir. Gangguan ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan menghambat perkembangan bayi.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), sekitar 0,2 sampai 2,5 bayi dari 1.000 kelahiran mengalami sindrom ini di wilayah tertentu di AS. Oleh karena itu, CDC merekomendasikan ibu hamil untuk membatasi asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Lalu, apa penyebabnya?

Penyebab Sindrom Alkohol Janin pada Bayi

Ibu Hamil Minum Alkohol. Foto: Shutter Stock

Dikutip dari Mom Junction, konsumsi minuman beralkohol selama kehamilan dapat menyebabkan sindrom alkohol janin. Meskipun hanya sedikit yang diminum, tetapi tetap akan mencapai janin melalui plasenta.

Ya, alkohol dapat merusak otak janin di dalam kandungan. Tak hanya itu, beberapa organ lainnya seperti jantung, paru-paru, ginjal, dan hati yang belum berkembang sempurna juga akan terganggu, Moms.

“Alkohol dapat membahayakan bayi yang sedang berkembang secara permanen sebelum wanita mengetahui bahwa ia hamil,” kata Dr. Anne Schuchat, Wakil Direktur Utama CDC AS, seperti mengutip Mom Junction.

Konsumsi minuman alkohol di trimester pertama juga akan lebih berbahaya, Moms. Sebab, hal ini bertepatan dengan waktu janin mulai mengembangkan otak dan organ lainnya. Sehingga, cacat lahir sering diketahui di awal-awal kehamilan.

Gejala Sindrom Alkohol Janin pada Bayi

Ilustrasi lingkar kepala bayi kecil. Foto: Thinkstock

Beberapa gejala sindrom alkohol janin pada bayi, yaitu:

  • Memiliki kepala yang lebih kecil dari rata-rata

  • Perbedaan bentuk wajah, seperti bibir bagian atas lebih tipis, ukuran mata lebih kecil, area halus antara bibir atas dan hidung mungkin jadi kurang terlihat saat bertambahnya usia

  • Gangguan penglihatan dan pendengaran

  • Gangguan keseimbangan dan gerakan tubuh

  • Sulit konsentrasi

  • Hiperaktif

  • Gangguan kognitif, seperti sulit berpikir, belajar, hingga masalah pada keterampilan sosial saat usianya lebih besar

  • Kerusakan organ tubuh, seperti ginjal, hati, jantung, dan organ lainnya.

Gejala sindrom alkohol janin pada setiap bayi mungkin bisa bervariasi, tergantung tingkat keparahan dan status kesehatannya. Namun, gejala-gejala tersebut umumnya bersifat permanen. Oleh karena itu, penting bagi bayi untuk menjalani perawatan yang direkomendasikan dokter untuk mencegah tingkat keparahan di usia kanak-kanak.

kumparan post embed