Mengenal Sindrom FPIES, Alergi Makanan Langka yang Terjadi pada Bayi

27 Februari 2023 18:59
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi muntah. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi muntah. Foto: Shutter Stock
Sindrom enterokolitis yang diinduksi protein makanan (FPIES) adalah alergi makanan pada bayi yang langka dan berpotensi parah. Alergi ini biasanya dimulai setelah empat bulan dan tahun pertama kehidupan.
Mengutip Mom Junction, penyebab pasti FPIES pada bayi tidak diketahui. Namun, hal ini mungkin disebabkan oleh reaksi kekebalan tubuh terhadap protein spesifik dalam makanan dan menyebabkan gejala gastrointestinal.
Di samping itu, reaksi kekebalan yang tidak tepat ini menyebabkan peradangan pada usus kecil dan besar yang memungkinkan cairan melewati dinding usus ke dalam lumen usus. Pergeseran cairan inilah yang dapat menyebabkan gejala FPIES.
Ilustrasi bayi makan roti. Foto: Yaoinlove/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi makan roti. Foto: Yaoinlove/Shutterstock
Perlu dipahami, FPIES bukanlah alergi makanan yang umum terjadi. Di AS, alergi ini terjadi pada sekitar 0,51 persen bayi. Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui dan mewaspadai tanda-tanda alergi ini.

Makanan yang Dapat Memicu FPIES pada Bayi

Meskipun makanan apa pun bisa menyebabkan FPIES pada bayi, tetapi pemicu umumnya adalah susu sapi, gandum, kedelai, dan nasi. Beberapa jenis makanan yang mungkin juga menjadi pemicunya adalah ayam, kalkum, putih telur, kentang, kacang hijau, ikan, dan berbagai buah-buahan.

Perbedaan FPIES dan Alergi Makanan yang Umum Terjadi

FPIES sebenarnya menimbulkan gejala alergi yang umum terjadi. Namun, reaksi alergi makanan yang umum terjadi biasanya terjadi beberapa menit setelah menelan makanan pemicu, sedangkan reaksi FPIES memerlukan waktu berjam-jam.

Gejala FPIES pada Bayi

Ilustrasi bayi diare. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi diare. Foto: Shutter Stock
Gejala alergi FPIES biasanya muncul 2-4 jam setelah konsumsi makanan pemicu. Namun, gejala yang muncul akan berbeda pada setiap anak. Beberapa di antaranya adalah:
  • Muntah dalam jangka waktu lama
  • Dehidrasi
  • Diare
  • Wajah pucat
  • Lemas
  • Penurunan tekanan darah yang berlebihan
  • Penurunan berat badan
  • Sulit menambah berat badan sesuai usia

Faktor Risiko FPIES pada Bayi

FPIES bisa menyerang siapa saja dan beberapa faktor meningkatkan risiko pada bayi, yaitu:
  • Lebih sering terjadi pada bayi laki-laki daripada perempuan
  • 40-80 persen kasus FPIES muncul pada bayi dengan riwayat keluarga penyakit atopik
  • FPIES mungkin lebih lama terjadi pada bayi jika memiliki alergi makanan yang dimediasi IgE (imunoglobulin E). IgE merupakan salah satu faktor yang berperan dalam mekanisme alergi.