Kumparan Logo

Mengenali Potensi Anak dengan Autisme dan Cara Mendukungnya Sejak Dini

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak individu autistik. Foto: 220 Selfmade studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak individu autistik. Foto: 220 Selfmade studio/Shutterstock

Setiap anak dan individu memiliki potensi yang layak untuk berkembang dan diapresiasi, termasuk individu austistik. Namun, kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan berpartisipasi di masyarakat tidak selalu dapat diakses dengan mudah oleh semua orang.

Selain dukungan dari keluarga, dibutuhkan lingkungan yang inklusif, akses yang setara, serta pemahaman masyarakat agar teman-teman autistik dapat tumbuh, berkarya, dan merasa nyaman di ruang publik.

Tantangan Akses dan Ruang Publik yang Inklusif

Dalam acara acara Reimagining Movement for Everyone bersama Kreaby x Hyundai Motorstudio di Senayan Park pada Kamis (4/6), Director & Co-founder Kreaby, Arani Aslama, mengatakan bahwa salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi teman-teman autistik adalah akses terhadap pengembangan diri dan distribusi karya mereka.

Acara Reimagining Movement for Everyone bersama Kreaby x Hyundai Motorstudio. Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Meski peluang untuk mengikuti pameran, pelatihan, dan kegiatan kreatif kini semakin banyak, akses tersebut belum sepenuhnya menjangkau mereka yang tinggal di daerah terpencil atau kota-kota kecil.

“Jadi menurut saya itu yang perlu kita lakukan sekarang, membuka akses yang lebih banyak lagi untuk teman-teman autistik,” ucap Arani kepada kumparanMOM.

Menurut Arani, diperlukan lebih banyak sistem yang dapat membuka kesempatan setara bagi penyandang autisme untuk mengembangkan minat dan keterampilannya. Selain itu, ruang publik juga perlu semakin inklusif dengan menyediakan area jeda atau ruang tenang bagi individu yang mengalami overstimulasi sensorik, sehingga mereka dapat beraktivitas dengan lebih nyaman.

Director & Co-founder Kreaby, Arani Aslama. Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Upaya menciptakan lingkungan yang inklusif tidak hanya menjadi tanggung jawab komunitas autisme, tetapi juga masyarakat secara luas. Semakin banyak ruang publik, institusi pendidikan, dan penyelenggara acara yang memahami kebutuhan penyandang autisme, semakin besar pula peluang bagi mereka untuk berpartisipasi, berkarya, dan membangun rasa percaya diri di tengah masyarakat.

Peran Orang Tua dan Pentingnya Intervensi Dini

Di sisi lain, Director Nathan's Foundation, Adelle Odelia Tanuri, mengingatkan bahwa orang tua tidak perlu merasa sendirian dalam mendampingi anak autistik. Saat ini sudah banyak komunitas dan support system yang dapat membantu keluarga dalam menjalani proses tersebut.

Adelle juga menekankan pentingnya early intervention atau intervensi dini. Orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter dan terapis ketika menemukan tanda-tanda yang perlu diperhatikan pada perkembangan anak. Menurutnya, dukungan sejak dini dapat membantu anak mengembangkan potensinya secara optimal.

Director Nathan's Foundation, Adelle Odelia Tanuri. Foto: Eka Nurjanah/kumparan

“Untuk mengalami ini adalah sesuatu yang banyak komunitas ya, banyak support system yang bisa membantu dan mendukung kamu dalam perjalanan ini,” ujar Adelle dalam acara yang sama.

Selain mencari bantuan profesional, orang tua juga perlu terus memberikan ruang bagi anak untuk mengeksplorasi minat dan keunikan yang dimilikinya. Dukungan yang konsisten dari keluarga dapat menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak, sekaligus membantu mereka merasa diterima dan dihargai atas potensi yang dimiliki.

Dengan dukungan keluarga, komunitas, serta akses yang lebih inklusif, penyandang autisme memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang, menunjukkan potensi terbaiknya, dan berpartisipasi aktif di masyarakat.

kumparan post embed