Kumparan Logo

Menggendong Bayi Sambil Diayun ternyata Bahaya, Moms!

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mengayun bayi. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengayun bayi. (Foto: Thinkstock)

Apakah Anda dan pasangan gemar mengayun bayi ke udara dengan kencang? Bila ya, segera hentikan kebiasaan tersebut, Moms. Memang lucu dan gemas saat melihat tawa si kecil ketika diayun di udara. Namun sayang, di balik kelucuannya, kebiasaan ini bisa memberikan dampak buruk terhadap bayi Anda apabila dilakukan dengan cara yang salah.

Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengayun, melempar atau mengguncang bayi ke udara dengan cara yang tidak benar bisa menyebabkan perdarahan serta kerusakan pada otak dan retinanya. Hal ini disebabkan akibat kepalanya terguncang sehingga otaknya mengalami perputaran atau pergeseran terhadap aksisnya (batang otak).

Ilustrasi mengayun bayi. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengayun bayi. (Foto: Thinkstock)

Dalam istilah medis, cedera ini dikenal dengan sebutan shaken baby syndrome. Rata-rata korban dari sindrom ini adalah bayi yang berusia belum genap dua tahun. Para ahli menyatakan bahwa shaken baby syndrome ini dikategorikan sebagai bentuk kekerasan terhadap anak. Bahkan menjadi salah satu penyebab utama kematian dan gangguan syaraf pada anak.

Gejala shaken baby syndrome bergantung pada tingkat keparahannya, dari gejala ringan sampai sangat berat. Gejala ringan biasanya sering kali tidak disadari dan bisa membaik seiring waktu. Namun, pada gejala yang parah, sindrom ini bisa menyebabkan bayi hilang kesadaran, kejang hingga kematian.

Apabila Anda mencurigai si kecil mengalami shaken baby sindrome, segera konsultasikan ke dokter, Moms. Biasanya dokter akan menawarkan pemeriksaan dengan CT Scan atau MRI pada kepalanya untuk mendeteksi apakah benar bayi Anda mengalami sindrom mematikan tersebut.

Ilustrasi mengayun bayi. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengayun bayi. (Foto: Thinkstock)

Sebagai pencegahan, dokter menyarankan Anda untuk menghindari bermain atau bercanda dengan cara mengayunkan bayi pada lengan atau anggota tubuh lainnya, mengguncang, atau melempar tubuhnya. Apabila Anda memiliki kebiasaan meletakkan si kecil di ayunan, gunakan ayunan khusus untuk bayi yang berayun dengan lembut.

Jangan lupa juga untuk selalu mengawasi bayi Anda apabila ia dengan kakak atau anak yang lebih besar. Apabila Anda menggunakan pengasuh di rumah, pastikan pengasuh bayi Anda tersebut dapat dipercaya, cukup stabil dan matang secara psikologis.