Moms, Begini Cara Nyamuk Aedes Aegypti Tularkan Demam Berdarah

Tingginya curah hujan akhir-akhir ini menyebabkan munculnya sejumlah penyakit berbahaya, seperti demam berdarah dengue (DBD). Berbeda dengan nyamuk jenis lain yang lebih banyak berkeliaran di malam hari, nyamuk aedes aegypti pembawa virus dengue ini, lebih suka berkeliaran di siang hari, selama kurang lebih dua jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam. Nyamuk aedes aegypti berkembang biak di genangan air, sehingga di musim hujan, populasinya biasanya meningkat.
Penularan virus demam berdarah bisa terjadi apabila ada nyamuk sebagai media atau vektor yang menularkannya. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir bila berdekatan dengan pasien DBD dalam satu ruangan. Demikian yang dijelaskan Kepala Unit Kajian Pengendalian Hama Pemukiman (UKPHP) IPB Prof. Drh. Upik Kesumawati Hadi, MS. PhD.
Lantas, bagaimana cara nyamuk aedes aegypti menularkan virus demam berdarah?
Nyamuk aedes aegypti mendapat virus setelah dia menggigit korbannya yang sudah terinfeksi virus dengue. Virus dengue yang menjadi penyebab demam berdarah itu berada di dalam kelenjar ludah nyamuk. Jika setelah itu nyamuk menggigit orang lain, maka terjadilah penularan.
Ya Moms, ketika nyamuk mengisap darah, dia menyuntikkan air liur ke dalam luka gigitan. Di sinilah kemudian berpindah tempat, dari air liur nyamuk ke dalam tubuh manusia. Setelah masa inkubasi selama 4-8 hari, nyamuk yang terinfeksi mampu menjadi pembawa virus selama sisa hidupnya
"Kalau dia mengisap darah yang pertama ada bayi atau anak yang sehat, enggak masalah. Mengisap anak yang kedua, dia masih sehat. Tapi kalau mengisap darah yang pertama itu adalah orang sakit yang mengandung virus demam berdarah, itu sambil mengisap darah, sambil menyebarkan virus. Kemudian berkembang di tubuhnya tadi," jelas Prof. Drh. Upik Kesumawati Hadi, MS. PhD, pada acara 'My Baby Kenali Nyamuk dan Upaya Cegah DBD dengan Perlindungan 3M Plus agar Si Kecil #BebasMainTanpaNyamuk' beberapa waktu lalu.
Virus beredar dalam darah manusia yang terinfeksi selama 2-7 hari, kira-kira sama lamanya dengan jangka waktu demam yang penderita DBD alami. Selain menularkan lewat gigitan, bahayanya, nyamuk aedes aegypti juga menularkan virus dengue secara transovarial.
"Apa itu transovarial? Jadi sekali dia mengisap darah, misalnya di dalam tubuhnya ada virus, kemudian turunannya dia, telurnya itu, juga mengandung virus," jelas Upik.
Jadi, jika Anda menemukan dalam satu keluarga ada beberapa orang yang terkena demam berdarah, penularannya bukan terjadi antarmanusia, Moms. Melainkan karena vektor pembawa virus, yaitu nyamuk, yang menularkannya lewat gigitan setelah mengisap darah penderita demam berdarah.
Oleh karena itu, lanjut Prof. Upik, Anda harus melakukan berbagai upaya pencegahan dengan menggalakkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Caranya dengan melakukan 3M Plus yakni Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air, Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah.
"Hal itu masih harus ditambah dengan melakukan upaya pencegahan lain, termasuk mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, serta menggunakan produk anti nyamuk yang aman dan terpercaya," tambah Prof Upik.
