Moms, Ini Panduan Pijat Setelah Melahirkan

Setelah melahirkan, banyak ibu baru yang merasa ingin dipijat. Maklum, persalinan tentunya sangat menguras tenaga bahkan bisa saja membuat tubuh serasa rontok!
Apalagi di Indonesia, tenaga pijat mudah ditemukan di mana-mana. Mulai dari tempat pijat tradisional hingga spa di berbagai sudut kota. Anda mungkin juga akan dibanjiri tawaran pijat dari orang tua, saudara, sahabat atau kerabat lainnya.
Namun tidak sedikit pula ibu baru yang merasa bimbang boleh atau tidak pijat setelah melahirkan. Bila Anda termasuk salah satunya, tidak perlu khawatir.
Dijelaskan American Pregnancy Association (APA) dalam laman resminya, justru pijat setelah melahirkan dapat memberi banyak manfaat untuk Anda. APA adalah organisasi kesehatan nasional di Amerika Serikat yang berkomitmen untuk mempromosikan kesehatan reproduksi dan kehamilan melalui pendidikan, dukungan, advokasi, dan kesadaran masyarakat.
Pijat setelah melahirkan, dapat meredakan nyeri, membantu Anda menjadi lebih relaks, mendukung usaha menyusui dan beberapa manfaat kesehatan lainnya.
Lantas kapan Anda sudah boleh dipijat pascabersalin? Jawabannya, kapanpun selama Anda sudah merasa nyaman untuk dipijat, Moms. Ini bila Anda melahirkan normal.

Tetapi bila Anda bersalin dengan operasi caesar, coba nikmati pijatan di daerah kaki, tangan, wajah dan kepala dulu saja. Hindari memijat perut maupun daerah luka hingga14 -16 minggu pertama pascamelahirkan (3-4 bulan) untuk menunggu kondisi perut pulih dan luka membaik.
Bila tidak yakin, diskusikan dan ikuti saran dokter kandungan Anda.

Begitu juga untuk memilih posisi saat dipijat. Posisi apapun yang Anda pilih, harus disesuaikan untuk kenyamanan Anda. Misalnya, ada ibu yang lebih suka dipijat dalam posisi tengkurap. Maklum, sudah 9 bulan kan, tidak dipijat dengan posisi ini?
Tapi ada juga yang justru merasa tidak nyaman dipijat tengkurap karena payudaranya (yang sedang penuh ASI) jadi tertekan. Sementara posisi berbaring terkenal sebagai pilihan yang paling nyaman untuk menangani masalah pada bahu, panggul atau kaki.
Seharusnya terapis pijat dapat membantu memposisikan tubuh Anda sedemikian rupa agar merasa nyaman selama dipijat. Misalnya jika perut atau payudara Anda terasa sakit.

Bila suka, Anda juga bisa menggunakan aromaterapi atau berbagai jenis minyak esensial saat dipijat yang dapat membantu relaksasi, keseimbangan hormon, pembersihan, hingga mengatasi kecemasan bahkan depresi pascabersalin.
Jadi, selama dokter Anda tidak melarang, tidak perlu ragu melakukan pemijatan setelah melahirkan, Moms.
