Kumparan Logo

Nikita Willy Alami Brain Fog Setelah Jadi Ibu, Apa Maksudnya?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nikita Willy dan anaknya. Foto: Instagram/@nikitawillyofficial94
zoom-in-whitePerbesar
Nikita Willy dan anaknya. Foto: Instagram/@nikitawillyofficial94

Nikita Willy tengah menikmati perannya menjadi seorang ibu dari putra semata wayangnya, Issa. Namun, baru-baru ini Nikita Willy mengaku mengalami brain fog setelah menjadi ibu.

Hal ini disampaikan wanita berusia 29 tahun tersebut saat berbincang dengan Denny Sumargo dalam konten podcast-nya. Menurut Nikita, brain fog sering membuatnya jadi tidak fokus pada hal tertentu.

“Jujur ini lebih sering brain fog, kita panggilannya mom brain. Jadi kadang-kadang tuh aku, dari tadi Koh Denny ngomong aku suka bengong gitu lho, karena banyak banget yang harus dipikirin,” ungkap Nikita.

Lantas, apa sih yang dimaksud brain fog?

Mengenal Brain Fog yang Sering Dialami Ibu Baru

Ilustrasi ibu menyusui stres. Foto: Shutter Stock

Brain fog atau mom brain merupakan kondisi di mana ibu hamil atau ibu baru mengalami kelupaan pada hal tertentu. Mom brain ditandai dengan munculnya masalah ingatan, konsentrasi yang buruk, dan linglung, seperti dikutip dari Mayo Clinic.

Mom brain merupakan istilah non-medis yang digunakan untuk menggambarkan banyak perubahan kognitif pada ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan. Bagi sebagian ibu, kondisi ini membuatnya sering lupa tapi beberapa ibu merasa kekaburan atau kabut otak.

Penelitian yang melibatkan 700 ibu hamil dan 500 wanita tanpa kehamilan menunjukkan adanya fungsi kognitif yang lebih buruk, serta memori dan fungsi eksekutif menurun pada ibu hamil. Namun, perubahan ini biasanya tidak mempengaruhi faktor-faktor umum seperti kualitas dalam pekerjaan.

Penyebab Mom Brain pada Ibu

Ilustrasi ibu mengalami brain fog. Foto: Shutter Stock

Beberapa gejala kehamilan dan kondisi pasca persalinan dapat memicu mom brain pada ibu seperti dikutip dari Parents berikut ini.

Perubahan hormon

Kadar hormon ibu berubah selama kehamilan dan setelah melahirkan. Lonjakan hormon seperti progesteron dapat mempengaruhi kemampuan ibu untuk berpikir jernih. Menurut studi yang terbit di Brain and Cognition, ibu yang hamil pada trimester kedua dan seterusnya memiliki hasil lebih rendah dalam tes memori pengenalan spasial.

Kurang tidur

Tidur sangat penting bagi ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan. Namun, banyak ibu hamil mengalami insomnia dan kurang waktu tidur karena harus terbangun di tengah malam untuk menyusui. Nah Moms, waktu istirahat yang kurang ini dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk fokus, jadi mudah lupa, dan kehilangan ingatan.

Kecemasan dan stres

Seperti halnya tidur, stres dapat mempengaruhi kondisi tubuh ibu dengan berbagai cara. Misalnya, menyebabkan ketegangan otot, nyeri, dan tekanan darah tinggi. Bahkan, penelitian juga mengaitkan kecemasan dan stres dengan hilangnya ingatan.

kumparan post embed