Kumparan Logo

Pentingnya Punya Asuransi Jiwa sebagai Orang Tua

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi asuransi jiwa. Foto: thodonal88/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi asuransi jiwa. Foto: thodonal88/Shutterstock

Setelah menikah dan memiliki anak, pasangan suami istri biasanya akan membuat anggaran atau pos keuangan untuk biaya hidup, mulai dari dana pendidikan anak, biaya sewa atau cicilan rumah, hingga dana darurat. Namun, satu hal yang mungkin sering terlewatkan adalah menyiapkan anggaran untuk asuransi jiwa.

Ya Moms, sebagai orang tua, Anda dan suami mungkin perlu membuat asuransi jiwa untuk diri sendiri. Mengutip Verywell Family, asuransi jiwa ini akan menentukan siapa ahli waris jika pemilik asuransi meninggal dunia. Jadi, jika salah satu dari Anda dan suami meninggal dunia, uang asuransi tersebut bisa dicairkan untuk anak. Namun, jika anak masih di bawah umur, dana tersebut akan diberikan pada wali yang telah Anda tunjuk untuk mengelola uang tersebut.

Lantas, seberapa penting orang tua harus punya asuransi jiwa? Simak penjelasannya berikut ini, Moms.

Alasan Orang Tua Perlu Punya Asuransi Jiwa

Ilustrasi keluarga mengajukan asuransi jiwa. Foto: Shutterstock

Sebuah survei tahun 2021 menunjukkan bahwa 42 persen rumah tangga akan kesulitan membayar biaya hidup enam bulan setelah pencari nafkah utama meninggal dunia. Misalnya, jika ayah merupakan pencari nafkah utama dan meninggal dunia, istri dan anak yang ditinggalkan kemungkinan akan mengalami defisit pemasukan hingga akhirnya sulit memenuhi kebutuhan hidup.

Hasil survei tersebut menjadi pengingat bagi orang tua tentang pentingnya memiliki asuransi jiwa. Asuransi tersebut dapat membantu untuk menutupi biaya untuk kebutuhan anak. Bahkan, beberapa produk asuransi juga bisa membantu menutupi biaya pendidikan anak sampai ia kuliah, tergantung produk dan benefit yang dipilih tentunya.

Dalam memilih produk asuransi jiwa, ada beberapa hal yang mungkin perlu dipertimbangkan agar benefit yang didapatkan bisa sesuai dengan rencana hidup Anda. Beberapa di antaranya yaitu sebagai berikut.

  1. Besaran gaji yang diterima,

  2. Jumlah dana yang ingin ditabung untuk biaya pendidikan anak,

  3. Biaya pengasuhan anak, setidaknya sampai si kecil lulus SMA,

  4. Pengeluaran atau tagihan keluarga,

  5. Biaya pemakaman (opsional)

Adapun harga asuransi jiwa yang dipilih bergantung pada polis yang dibeli, perusahan yang menyediakan asuransi, jumlah pertanggungan, dan jangka waktu. Namun, ada beberapa kondisi yang juga turut mempengaruhi harganya, yaitu sebagai berikut.

  1. Usia; makin muda Anda, makin sedikit yang dibayar,

  2. Jenis kelamin; perempuan umumnya membayar asuransi jiwa lebih sedikit dibanding pria,

  3. Kesehatan; orang yang memiliki kesehatan baik cenderung membayar lebih sedikit,

  4. Kebiasaan merokok; orang yang tidak merokok umumnya membayar lebih sedikit,

  5. Gaya hidup; orang yang terlibat dalam pekerjaan atau hobi yang berisiko cenderung membayar lebih banyak.

Nah Moms, dari penjelasan tersebut, Anda mungkin bisa merencanakan untuk membeli asuransi jiwa lebih dini, terlebih jika Anda belum punya anak dan sedang merencanakan kehamilan. Tak hanya mempertimbangkan benefitnya, penting pula untuk memilih produk asuransi yang tepercaya dan dilindungi oleh lembaga terkait.

kumparan post embed