Kumparan Logo

Pentingnya Ubah Gaya Hidup Keluarga Demi Hemat Pengeluaran

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pentingnya mengubah gaya hidup keluarga demi hemat pengeluaran. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Pentingnya mengubah gaya hidup keluarga demi hemat pengeluaran. Foto: Shutter Stock

Setelah menikah dan punya anak, urusan keuangan tentu akan banyak berubah jika dibandingkan saat masih lajang. Ya Moms, perlu strategi mengatur pemasukan dan pengeluaran rumah tangga agar cukup bagi seluruh anggota keluarga.

Salah satunya adalah membiasakan gaya hidup yang sesuai dengan kemampuan masing-masing keluarga. Jika pengeluaran keluarga lebih banyak ketimbang pemasukan, itu artinya ada yang salah dengan pengaturan keuangannya.

"Gaya hidup yang tinggi seringkali akan bertambah secara bertahap dari batas pengeluaran jika tidak dikendalikan," kata Kepala Produk Simpanan Konsumen Bank of America, Erin McCullen, dikutip dari Parents.

Maka dari itu, untuk menyesuaikan kebutuhan sehari-hari dengan pemasukan, cobalah untuk mengubah gaya hidup keluarga Anda dengan beberapa cara di bawah ini.

1. Rutin Pantau dan Perbarui Anggaran Keluarga

Ilustrasi memantau keuangan rumah tangga. Foto: Shutter Stock

Efek gaya hidup yang tinggi terkadang bisa samar dan membuat kita melakukannya tanpa sadar. Contohnya, bila dulu Anda rajin memasak sendiri, kini dengan banyaknya aplikasi pesan makanan plus diskon, Anda dan keluarga jadi lebih sering memesan makanan dari luar dan jadi boros. Untuk mencegah berulang lagi, Anda perlu rutin memantau pengeluaran bulanan, sehingga bisa mencatat ke mana saja uang keluar untuk hal-hal yang kurang dibutuhkan.

2. Tidak Ikuti Gaya Hidup Keluarga Lain

Ingat Moms, kemampuan keuangan setiap keluarga berbeda-beda. Jadi, tidak perlu membandingkan keluarga Anda dengan gaya hidup keluarga lain. Jika memaksakan kehendak untuk terlihat setara, cara ini hanya akan memperburuk keuangan keluarga.

"Dalam banyak kasus, keluarga menghabiskan lebih banyak uang karena mereka ingin mengikuti apa yang dilakukan keluarga lain di lingkaran sosial mereka," ungkap Pakar Keuangan dan Penganggaran Keluarga, Andrea Woroch.

3. Fokus pada Biaya Makan

Makanan mungkin menjadi pengeluaran terbesar bagi banyak keluarga. Maka dari itu, penting untuk mengubah kebiasaan makan di luar rumah dan rencanakan menu makanan buatan sendiri demi menghemat pengeluaran. Anda bisa berbelanja bahan makanan seminggu sekali sesuai kebutuhan dan bawalah uang secukupnya. Selain itu, disarankan membayarnya dengan uang tunai ketimbang kartu debit atau kredit agar tidak tergoda berbelanja lebih banyak.

Ilustrasi anak belanja bersama ibu. Foto: Shutter Stock

4. Tak Harus Beli Barang Baru

Anak mungkin tergoda membeli sepeda baru atau suami ingin punya mobil keluaran terbaru. Kini tanyakan mereka, sebutuh apa mereka membeli barang-barang tersebut? Dilansir laman Discover, tekankan pada diri sendiri, suami dan anak-anak, untuk memiliki pikiran kegunaan barang yang sudah ada atau barang bekas masih layak pakai, ketimbang beli baru yang lebih menghambur-hamburkan uang. Saat ini, banyak platform yang menjual barang-barang bekas pakai dengan harga miring. Bisa dicoba nih, Moms!

5. Bersenang-senang dengan Hemat

Meski membatasi pengeluaran, tidak ada salahnya merencanakan mencari hiburan atau pergi berlibur dengan keluarga. Menurut Pakar Keuangan Jessi Fearon, hiburan atau liburan tidak harus mewah, tetapi carilah cara agar bisa menyenangkan dan berkesan. Misalnya, Anda bisa mengajak keluarga keliling kota naik transportasi umum daripada menghabiskan uang untuk menonton film di bioskop dan makan di restoran. Apabila tidak ada anggaran untuk liburan ke luar kota, Anda bisa mencoba staycation murah meriah di rumah. Namun bila ada anggaran liburan yang sudah dikumpulkan, pergi ke luar kota bisa jadi pilihan.

6. Bicarakan dengan Anak

Menghemat uang keluarga tidak bisa dilakukan sendirian. Anda perlu melibatkan anak-anak untuk membicarakan persoalan ini. Sebab, mereka cenderung suka jajan barang-barang kurang diperlukan, seperti camilan atau mainan yang dimiliki teman-temannya. Bicarakan hal-hal umum yang perlu mereka ketahui, mulai dari mengapa perlu menghemat, apa saja yang tidak perlu dibeli, dan sebagainya. Apa yang dipelajari anak-anak ini juga bisa berguna ketika mereka bertumbuh besar lalu punya keluarga sendiri.

kumparan post embed