Kumparan Logo

Penyebab Bibir Bayi Kering Hingga Pecah-pecah

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bibir bayi. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bibir bayi. Foto: Shutter Stock

Bayi memiliki kulit yang sensitif sehingga berisiko lebih cepat kering daripada orang dewasa. Ada kalanya ibu mungkin menemukan bibir bayi yang tiba-tiba kering dan pecah-pecah. Ini termasuk masalah umum pada bayi, namun terkadang membuat ibu sangat khawatir.

Sebab, bibir yang kering dan pecah-pecah bisa membuat bayi tidak nyaman dan kesulitan untuk menyusu. Lebih parah lagi, bibir yang pecah-pecah juga bisa menimbulkan luka lecet yang membuat bayi kesakitan. Nah, agar bisa memberikan penanganan yang tepat, ada baiknya ibu mengetahui penyebab bibir kering dan pecah-pecah pada si kecil.

6 Penyebab Bibir Bayi Kering dan Pecah-pecah

Ilustrasi bibir bayi pecah-pecah. Foto: Shutter Stock

1. Cuaca kering

Cuaca kering merupakan penyebab paling umum dari bibir bayi yang kering dan pecah-pecah. Kondisi ini bisa terjadi saat bayi berada di tempat yang terlalu dingin atau panas, atau setiap kali ada penurunan kelembaban.

2. Paparan angin dan matahari

Paparan angin dan matahari yang terlalu lama juga menyebabkan bibir bayi kehilangan kelembabannya yang mengakibatkan kekeringan dan pecah-pecah. Ini sering kali terjadi saat orang tua mengajak bayi liburan ke area yang panas seperti pantai.

3. Bayi menjilat bibir

Bayi yang mendekati masa MPASI biasanya mempunyai kebiasaan untuk menjulurkan lidahnya sebagai tanda ia siap untuk mengonsumsi makanan padat. Lebih dari itu, si kecil mungkin jadi kebiasaan untuk menjilat bibirnya juga, Moms. Mengutip Healthy Children, air liur dapat menguap dengan cepat sehingga membuat bibir justru mengering setelah dijilat.

Ilustrasi bayi minum air putih. Foto: Shutterstock

4. Dehidrasi

Bibir kering dan pecah-pecah merupakan salah satu tanda dehidrasi pada bayi. Kondisi ini biasanya disertai gejala lain seperti lesu, lemas, dan kerewelan. Sementara yang menjadi penyebab dehidrasi, bayi mungkin tidak mendapatkan asupan ASI yang cukup, atau kehilangan banyak cairan akibat masalah pencernaan, seperti diare.

5. Penyakit kawasaki

Dikutip dari Cedars Sinai, penyakit kawasaki merupakan bentuk langka dari vaskulitis, yaitu peradangan pada pembuluh darah yang mempengaruhi sebagian besar bayi baru lahir. Salah satu gejala yang sangat umum adalah bibir merah, pecah-pecah, dan sangat kering, disertai demam tinggi.

6. Kekurangan nutrisi

Terkadang bibir kering dan pecah-pecah menjadi tanda bayi mengalami kekurangan nutrisi, seperti vitamin A dan C. Ini merupakan kondisi yang jarang terjadi, namun ada kemungkinan untuk dialami si kecil terutama bayi prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah.

kumparan post embed